Pengaruh asam oksalat dari sayur kubis pada fotoreduksi ion Ag(I)
SANTI, Nosita, Prof. Dr.Endang Tri Wahyuni, M.S
2009 | Tesis | S2 Ilmu KimiaTelah dilakukan pelarutan asam oksalat dari sayur kubis segar dan kubis yang telah mengalami pembusukan dan penentuan konsentrasinya, dan pengujiannya untuk meningkatkan efektivitas fotoreduksi ion Ag(I) tanpa fotokatalis TiO2. Pada proses pelarutan asam oksalat, telah dipelajari pengaruh massa sayur kubis dan waktu pembusukkan terhadap kadar asam oksalat. Pelarutan dilakukan dengan menggunakan media air pada suhu 60oC dan waktu 90 menit. Penentuan kadar asam oksalat dilakukan dengan metode volumetri. Proses fotoreduksi ion Ag(I) dilakukan dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan Ag(I) dan asam oksalat dari sayur kubis menggunakan lampu ultra violet (UV) dalam suatu reaktor tertutup dengan pengadukan selama 24 jam. Hasil fotoreduksi ion Ag(I) dihitung berdasarkan selisih antara konsentrasi ion Ag(I) mula-mula dengan konsentrasi ion Ag(I) yang tidak tereduksi. Konsentrasi ion Ag(I) yang tidak tereduksi dilakukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) menggunakan tehnik kurva standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa sayur kubis berpengaruh terhadap hasil pelarutan asam oksalat, semakin besar massa sayur kubis dengan volume pelarut air yang tetap, menghasilkan pelarutan asam oksalat ke dalam air yang semakin berkurang. Waktu pembusukkan sayur kubis yang semakin lama menyebabkan kadar asam oksalat dalam sayur kubis semakin berkurang. Kandungan asam oksalat dalam sayur kubis segar sebesar 0,68%, dan dalam sayur kubis busuk selama 2 sampai 7 hari berkisar antara 0,34 sampai 0,23%. Asam oksalat dari sayur kubis dapat meningkatkan efektivitas fotoreduksi ion Ag(I) karena selain dapat mencegah penggabungan radikal .OH dengan elektron, asam oksalat juga dapat mereduksi ion Ag(I). Penambahan asam oksalat dari sayur kubis segar dan kubis busuk dapat meningkatkan penghilangan ion Ag(I) dari 34,90%, masing-masing menjadi 49,98% dan 43,16% melalui gabungan reaksi fotoreduksi dan reduksi. Asam oksalat dari sayur kubis segar dan kubis busuk dapat mereduksi (di tempat gelap/tanpa penyinaran) ion Ag(I) masing-masing sebesar 47,83% dan 42,80%.
In this research, dissolution and determination of oxalic acid in fresh and rotten cabbages, and its use for Ag(I) photoreduction have been studied. The dissolution was carried out by using water as media at 60oC for 90 minutes. In this step, the effect of cabbage mass on the amount of oxalic dissolved was evaluated. The oxalic acid concentration was determined by volumetric method. Photoreduction ion Ag(I) was performed by irradiating the mixture of Ag(I) solution and oxalic acid by UV lamp for 24 h accompanied by stirring. The degree of Ag(I) photoreduction was calculated based on the difference between the initial concentration of Ag(I) and the unreduced that was determined by using AAS. The results of research indicate that the mass of the cabbage shows an effect on the amount of the oxalic dissolved, in which the increase of the mass with the same volume of water/media gives an increase in the oxalic dissolved. The longer decaying time of the cabbages leads to the content of oxalic acid in the cabbages reduced. The content of oxalic acid in fresh cabbage is found tobe 0.68% and that of in the rotten cabbages are 0.34-0.23%. From the photoreduction study it is observed that the addition of oxalic acid from cabbage can improve the Ag(I) photoreduction due to its ability in preventing electron and OH radical recombination as well as in Ag(I) reduction. The addition of oxalic acid from fresh and rotten cabbages have raised the removal ion Ag(I) from 34.90% into 49.98% and 43.16%, respectively through a combination of reduction and fotoreduction reaction. In the dark reaction, the presence of oxalic acid from fresh and rotten cabbages can remove ion Ag(I) as much as 47.83% and 42.80%, respectively, due to reduction process.
Kata Kunci : Kubis, Asam Oksalat, Ag(I), Fotoreduksi, Cabbage, Oxalic Acid, Ag(I), photoreduction