Studi transformasi cis menjadi trans asam lemak tak jenuh minyak goreng sawit dan kedelai selama pemanasan
MARYAM, Siti, Prof. Dr. M. Muchalal, DEA
2009 | Tesis | S2 Ilmu KimiaTelah dipelajari transformasi cis menjadi trans pada asam lemak tak jenuh minyak goreng sawit dan kedelai selama pemanasan. Minyak dipanaskan pada variasi temperatur dan waktu. Kromatografi gas dan kromatografi gas spektrometri massa digunakan untuk menganalisis transformasi cis menjadi trans asam lemak tak jenuh hasil transesterifikasi minyak dengan katalis basa (NaOCH3) dalam metanol. Uji viskositas dan intensitas warna dilakukan untuk menentukan kerusakan minyak berturut-turut menggunakan metode Hoppler dan kolorimetri sederhana. Petroleum eter digunakan sebagai pelarut dalam uji intensitas warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk trans teramati secara nyata pada temperatur 300 oC setelah dipanaskan selama 1 jam. Total kandungan dari asam lemak trans oleat dan linoleat berturut-turut berkisar 0,28-1,96 dan 1,88- 6,39% dengan nilai rata-rata 1,05 dan 3,38%. Asam lemak trans yang teramati pada minyak goreng sawit pemanasan 1 dan 2 jam adalah trans-9-octadecenoic acid dengan masing-masing komposisi 0,28 dan 0,92%, pada pemanasan 3 jam ada 2 bentuk asam lemak trans yaitu trans-9-octadecenoic acid sebesar 1,18% dan trans-6-octadecenoic acid sebesar 0,78%, sedangkan minyak goreng kedelai hanya teamati asam lemak trans-9,11-octadecadienoic acid untuk semua lama pemanasan. Perubahan cis menjadi trans terbesar dari minyak goreng sawit sebesar 8,2% pada temperatur 200 oC selama 18 jam sedangkan minyak kedelai pada 300 oC selama 3 jam sebesar 6,39%. Hasil viskositas dan intensitas warna dari minyak sawit dan minyak kedelai terbesar berturut-turut sebesar 25,732, 51,442 cp dan 20, 36 kali yang ditemukan pada temperatur 300 oC setelah dipanaskan selama 3 jam, dibandingkan minyak kontrol.
The study on transformation of cis to trans form of unsaturated fatty acid of frying palm and soybean oil toward heating treatment has been carried out. The oil were heated at variation of time and temperature. Gas chromatography (GC) and Gas Chromatography-Mass Spectrosmetry (GC-MS) were used to analyze the transformation of cis to trans form of unsaturated fatty acid obtained from transesterification by base catalyst (NaOCH3) in methanol. Viscosity and colour intensity test were performed to determine oil destruction by using Hoppler and simple colorimetry principle methods, petroleum ether was used as a solvent in colour intensity test. The results showed that trans form appeared at 300 oC after heating for 1 hour. The total contents of trans isomer of oleic and linoleic acids were 0.28 to 1.96 and 1.88 to 6.39%, respectively, with the mean values were 1.05 and 3.38%. Trans fatty acid observed in frying palm oil after 1 and 2 hours heating was trans- 9-octadecenoic acid with composition 0.28% and 0.92%, respectively, while after 3 hours heating, there was trans-9-octadecenoic acid, 1.18%, and trans-6- octadecenoic acid, 0.78%. However for soybean oil, there was only trans-9,11- octadecadienoic acid form. The highest transformation of cis to trans of palm oil was 8.2% at 200 oC after 18 hours heating, while for soybean oil was 6.39% at 300 oC after 3 hours heating. The results also showed that the highest viscosity and colour intensity of frying palm oil and soybean oil were found 25,732, 51,442 cp and 20, 36 times, respectively, at 300 oC after 3 hours heating, compared to controlled oil.
Kata Kunci : Cis,trans,Transesterifikasi,Komposisi asam lemak,Minyak goreng sawit dan kedelai, Cis-trans, transesterification, fatty acid composition, frying palm and soybean oil