Laporkan Masalah

Perkembangan jamur mikorisa arbuskular pada timbunan bukan tanah atasan di areal bekas tambang batubara PT. Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan

ULFA, Maliyana, Prof. Dr. Ir. Suamrdi, m.For.Sc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian mengenai perkembangan jamur mikorisa arbuskular pada timbunan bukan tanah atasan dilakukan di areal bekas tambang batubara PT. Bukit Asam, Sumatera Selatan, pada 0, 8, 9, 10, dan 19 tahun pasca penimbunan. Tujuan penelitian adalah menganalisis keberadaan jamur mikorisa arbuskular, serta hubungannya dengan vegetasi dan beberapa sifat kimia tanah. Spora jamur mikorisa arbuskular diperoleh menggunakan metode saring basah. Pengamatan vegetasi menggunakan metode Milliacre Sampling. Analisis sifat kimia tanah meliputi pH, fosfor tersedia dan bahan organik. Hubungan keberadaan jamur mikorisa arbuskular dengan jumlah individu vegetasi, pH, fosfor tersedia dan bahan organik dievaluasi menggunakan hubungan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Acaulospora sp. dan Gigaspora sp. ditemukan pada semua lokasi, sedangkan Glomus sp. dijumpai setelah 8 tahun penimbunan. Ketiga jamur mikorisa menunjukkan karakter yang khas dalam kolonisasi di timbunan bukan tanah atasan, walaupun pada umur timbunan yang berbeda-beda. Penimbunan menggunakan bukan tanah atasan di areal bekas tambang batubara tidak menghasilkan perkembangan sifat kimia tanah dan vegetasi yang konsisten dengan bertambahnya umur lahan sejak penimbunan dilakukan. Akibatnya, perkembangan jamur mikorisa arbuskular tidak berjalan dengan konsisten pula. Oleh sebab itu, penimbunan areal bekas tambang batubara sebaiknya tidak menggunakan bukan tanah atasan. Jika reklamasi tetap dilakukan di areal bekas tambang batubara bukan tanah atasan, maka diperlukan strategi manipulasi lingkungan untuk menghadapi kondisi lahan yang heterogen.

The research of the development of arbuscular mycorrhiza fungi on non top soil in ex coal mining of PT. Bukit Asam, Tanjung Enim, South Sumatra was conducted in 0, 8, 9, 10, dan 19 years after filling. It aims to analyze the existence of arbuscular mycorrhiza fungi, and the relation of vegetation and chemical soil characteristics. Arbuscular mycorrhiza fungi were obtained using wet sieving method. Vegetations were observed using Milliacre Sampling method. Chemical soil analyses are pH, phosphorous availability, and organic matter. The relation of arbuscular mycorrhiza fungi with vegetation, pH, phosphorus availability, and organic matter was evaluated using functional relation. The result showed that Acaulospora sp. and Gigaspora sp. are found in all locations, but Glomus sp. are found after 8 years filling. They showed specific characters in colonization on filling by non top soil, although on different age filling. Filling by non top soil result inconsistent development of soil chemistry characteristic and vegetations following ages of filling. It cause inconsistent of development of arbuscular mycorrhiza fungi. Therefore, non top soil should not use for filling of ex coal mining land. If reclamation is conducted in non top soil ex coal mining, it needs environment manipulation strategy for heterogeneous condition.

Kata Kunci : Jamur mikorisa arbuskular,Vegetasi,lahan bekas tambang batubara,Bukan tanah atasan,Penimbunan, arbuscular mycorrhiza fungi, vegetation, ex coal mining, non top soil, filling


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.