Kajian potensi ekosistem mangrove untuk ekowisata di resort Grajagan Taman Nasional Alas Purwo
SANDA, Loretha, Dr. Ir. Erny Poedjirahajoe, MP
2009 | Tesis | S2 Ilmu KehutananTaman Nasional Alas Purwo memiliki salah satu kawasan hutan mangrove terluas yang masih tersisa di Pulau Jawa dan Bali, yaitu Segara Anak di Resort Grajagan. Untuk mempertahankan keberadaan hutan mangrove dengan segala fungsinya maka pemanfaatan hutan mangrove harus diarahkan pada pemanfaatan jasa lingkungan salah satunya melalui kegiatan ekowisata. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi ekosistem mangrove Segara Anak Resort Grajagan baik flora, fauna maupun faktor lingkungan dan memetakan sebaran vegetasi serta sebaran atraksi ekowisata hutan mangrove Segara Anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Systematic Sampling Method. Metode transek kuadrat digunakan untuk mendapatkan data komposisi vegetasi, data fauna selain burung dan data kondisi lingkungan; data burung menggunakan two counting bands method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 jenis vegetasi mangrove yang sebarannya acak dan mengelompok, terdapat dua jenis vegetasi yang berstatus rentan yaitu Ceriops decandra dan Scyphiphora hydrophyllacea. Terdapat 14 jenis burung dimana dua diantaranya yaitu gajahan (Numenius sp) dan trinil (Tringa sp) merupakan burung migran dan empat jenis burung dengan status dilindungi yaitu gajahan (Numenius sp), raja udang besar (Pelargopsis capensis), raja udang kecil (Alcedo caerulescens) dan burung madu (Nectarina jagularis); terdapat delapan jenis biota perairan yang didominasi oleh jenis keong (Telescopium sp) dan kepiting jenis Uca sp dan Dotilla sp; terdapat 90 jenis plankton yang menunjukkan bahwa kondisi perairan di kawasan ini sangat subur. Arahan pengembangan ekowisata dilakukan dengan membagi kawasan menjadi kawasan perlindungan yang ditujukan untuk kegiatan ekowisata pendidikan dan penelitian dan kawasan pemanfaatan intensif yang diarahkan untuk kegiatan ekowisata pendidikan dan rekreasi.
Alas Purwo National Park has one of the widest mangrove forest areas in Jawa and Bali, which is Segara Anak in Grajagan Resort. The preservation of the mangrove forest with all its functions requires that it is used in ecotourism activity in a sustainable manner. The study aims at investigating the potential of the mangrove ecosystem of Grajagan Resort both its flora and fauna and also its environmental factors and mapping the vegetation distribution and the ecotourism attraction of Segara Anak mangrove forest. The data is collected using systematic sampling method. A quadratic transect method is used to collect the data of vegetation composition, the fauna except birds and the environmental condition; the data of birds is collected using two counting bands method. The results of the study indicate that there are 15 species of mangrove vegetations with their random and group distribution. There are the vegetations of the status of susceptible, which are Ceriops decandra and Scyphiphora hydrophyllacea; there are 14 species of birds, which are gajahan (Numenius sp) and trinil (Tringa sp) representing migrant species and four species of birds with the status of under protection, which are gajahan (Numenius sp), raja udang besar (Pelargopsis capensis), raja udang kecil (Alcedo caerulescens) and burung madu (Nectarina jagularis); there are eight water biota species dominated by snails (Telescopium sp) and crabs (Uca sp and Dotilla sp); there are 90 plankton species indicative of the very fertile waters condition. The development of the ecotourism is directed to the division of the preservation areas into educational and research ecotourism and intensve use areas preparing to educational and recreation ecotourism.
Kata Kunci : ekosistem, hutan mangrove, potensi dan ekowisata, ecosystem, mangrove forest, potency and ecotourism