Pengaruh media dan zat pengatur tumbuh pada pertumbuhan tanaman BITTI (Vitex cofassus Reinw) melalui teknik kultur jaringan
NURSYAMSI, Prof. Dr. Ir. H. Moh. Na'iem, M.Agr.Sc
2009 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenelitian mengenai pengaruh media dan zat pengatur tumbuh pada pertumbuhan tanaman bitti (Vitex cofassus Reinw) melalui teknik kultur jaringan bertujuan untuk mengetahui: (1) Kombinasi antara jenis eksplan, zat pengatur tumbuh BAP dan kinetin yang terbaik untuk pertumbuhan tunas, (2) Jenis media dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA yang terbaik untuk pembentukan akar, serta (3) Komposisi media tumbuh yang tepat untuk pertumbuhan tanaman selama aklimatisasi. Penelitian tahap inisiasi tunas menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan 10 kali ulangan. Faktor pertama adalah Konsentrasi BAP (0,5; 1; 1,5 mg/l). Faktor kedua yaitu konsentrasi kinetin (0,05; 0,1; 0,15 mg/l). Faktor ketiga yaitu jenis eksplan (pucuk; kotiledon; hipokotil). Rancangan yang digunakan pada tahap perakaran adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan 20 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis media (½ MS; ½ White) Faktor kedua yaitu konsentrasi IBA (0; 0,5; 1; 1,5mg/l. Pada tahap aklimatisasi, rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 100 kali ulangan. Perlakuan pada tahap ini adalah komposisi media tanah top soil: pupuk kandang:pasir (3:2:1; 2:2:1; 2:1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap inisiasi tunas kombinasi perlakuan pucuk, konsentrasi BAP 1,5 mg/l dan kinetin 0,05 mg/l (B3K1E1) menghasilkan rata-rata jumlah tunas yang terbanyak yaitu 3,8 tunas dengan rata-rata tinggi tanaman yaitu 3,9 cm. Pada tahap perakaran kombinasi perlakuan yang terbaik adalah media ½ MS yang ditambahkan IBA konsentrasi 1 mg/l (M1I2) menghasilkan jumlah akar yang terbanyak yaitu rata-rata 6,35 dengan panjang 3,79 cm. Pada tahap aklimatisasi, perlakuan top soil: pupuk kandang: pasir dengan perbandingan 2:2:1 (M2) menghasilkan persentase tanaman yang hidup tertinggi yaitu 98 % dengan ratarata tinggi tanaman 14,55 cm.
Research on the effect of media and growth regulator on growth of Bitti (Vitex cofassus Reinw) through tissue culture was aimed to identify: (1) The best combination among explant type, BAP growth regulator and kinetin for shoots growth; (2) The best media type and growth regulator concentration of IBA for root formation; (3) The best composition of growth media to plant growth during acclimatization. Shoots initiation research conducted using Complete Random Design that was arranged by factorial with 10 replications. The first factor was BAP concentrations (0,5; 1; 1,5 mg/l), the second factor was kinetin concentrations (0,05; 0,1; 0,15 mg/l), and the third factor was explant types (shoot tip; cotyledon; hypocotil). The rooting stage used Complete Random Design that was arranged by factorial with 20 replications. The first factor was media types ( ½ MS and ½ White) and the second factor IBA concentrations (0,5; 1; 1,5 mg/l). The acclimatization stage used Complete Random Design with 100 replications, with treatment composition of top soil:manure fertilizer:sand were (3:2:1), (2:2:1) and (2:1:1). The result of research showed that consentration BAP 1,5 mg/l and kinetin 0,05 mg/l produced the highest number of shoots (4 shoots) in shoot initiation stage, with average of height of 3,9 cm. The best combination of treatment in rooting stage was media ½ MS added by 1 mg/l IBA concentration (M1I2), producing the highest number of root (6) with 3,79 cm of total length. In acclimatization stage, M2 treatment (top soil:manure fertilizer:sand = 2:2:1) gave the highest survival percentage (98%) with plant height of 14,55 cm in average.
Kata Kunci : Bitti,BAP,Kinetin,IBA,Kultur jaringan, Bitti, BAP, kinetin, IBA, tissue culture