Laporkan Masalah

Analisis potensi lahan untuk penetapan tingkat kesesuaian lahan beberapa jenis tanaman kehutanan :: Studi kasus di Sub DAS Glagah

HADUN, Ramli, Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Analisis potensi sumberdaya lahan merupakan upaya untuk memanfaatkan sumberdaya lahan yang terbatas sesuai dengan daya dukung dan potensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui potensi setiap satuan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk sektor kehutanan, (2) mengetahui karakteristik dan kualitas lahan guna menetapkan tingkat kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jati, sengon dan mahoni serta (3) mengetahui faktor-faktor pembatas utama yang dapat diperbaiki dari setiap satuan lahan guna menetapkan tingkat kesesuaian potensial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan fisiografi. Penelitian ini menggunakan unit analisis satuan lahan. Satuan lahan yang digunakan untuk pengamatan dan pengukuran dilakukan secara purposive sampling dengan memperhatikan homogenitas karakteristik populasi. Variabel yang digunakan adalah untuk menentukan tingkat bahaya erosi, kemampuan lahan dan kesesuaian lahan. Satuan lahan yang dievaluasi untuk tanaman jati, sengon dan mahoni adalah yang tidak dapat digarap (non arable) untuk pertanian yaitu yang mempunyai kelas kemampuan lahan VI, VII dan VIII. Hasil pembandingan (matching) antara kualitas lahan dengan kebutuhan lahan dari tanaman jati menunjukan tingkat kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jati adalah tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor pembatas curah hujan yang tinggi (2.727,56 mm/tahun) dan potensi mekanisasi. Untuk tanaman sengon dan mahoni tingkat kesesuaian aktualnya berkisar antara sesuai marginal (S3) hingga tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor pembatas tingkat bahaya erosi dan potensi mekanisasi.

Analysis of land resources potential aims at using limited land resources according to their carrying capacity and potential. The purposes of this research are to: (1) know potential of each land unit that can be used for forestry sector, (2) know land characteristic and quality in order to establish actual land suitability level for teak, albazia, and mahogany, as well as (3) know main limiting factors that can be improved from every land unit in order to establish potential suitability level. Method used in this research is survey method by using physiographic approach. This research uses analysis unit of land unit. Land unit is used for observation and measurement using purposive sampling by considering population characteristic homogeneity. Variables in this study are used to determine the level of erosion hazard, land potential, and land suitability levels. Land units evaluated for teak, albazia, and mahogany are non-arable land units for agriculture, that is, land units that have land capability class of VI, VII and VIII. Matching between land quality and land need of teak wood shows that actual land suitability level for teak wood is permanently not suitable (N2) with limiting factors of high rainfall (2,727.56 mm/year) and mechanization potential. For albazia and mahogany, the actual suitability level is ranged between marginal suitable (S3) and permanently not suitable (N2) with limiting factors of erosion hazard and mechanization potential.

Kata Kunci : Satuan lahan,Potensi lahan,Jati,Albazia,Mahoni, Land Unit, Land Potential, Teak, Albazia and Mahogany


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.