Permudaan alam tunas akar pohon induk cendana (Santalum album Linn.) pada beberapa pola penggunaan lahan
SURATA, I Komang, Prof. Dr. Ir. Sumardi, M.For
2009 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenelitian bertujuan untuk mengetahui variasi pertumbuhan permudaan alam tunas akar cendana dan faktor-faktor lingkungan tumbuh, serta hubungan antara jumlah permudaan alam tunas akar cendana dengan faktor-faktor lingkungan tumbuh pada beberapa pola penggunaan lahan di masyarakat. Penelitian dilakukan di empat desa yaitu Tetaf, Oinlasi, Babuin, dan Haunobenak, di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey dengan metode purposive random sampling, menggunakan sampel plot ukuran 10 m x 10 m dan pohon induk cendana dipakai sebagai titik pusat plot. Pengambilan sampel dilakukan di empat pola penggunaan lahan yaitu: ladang, ladang bera, kebun campuran, dan padang penggembalaan dengan mengambil 25 sampel plot per pola lahan. Analisis data dilakukan menggunakan anova, deskriptif frekuensi, dan regresi linier berganda dengan aplikasi statistik software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pertumbuhan tunas akar dan faktor-faktor lingkungan tumbuh antara pola penggunaan lahan ladang, ladang bera, kebun campuran, dan padang penggembalaan. Pola penggunaan lahan ladang nyata paling baik meningkatkan pertumbuhan tunas akar (jumlah pohon induk yang menghasilkan tunas akar, jumlah rata-rata tunas akar, permudaan tingkat semai dan pancang, jarak tumbuh tunas akar, ukuran diameter akar pohon induk yang menghasilkan tunas akar), mempengaruhi faktor-faktor lingkungan tumbuh (meningkatkan intensitas cahaya, suhu udara, pori tanah; dan menurunkan kelembaban udara, P2O5, BD, kadar air tanah pF 2,54) dibandingkan dengan pola ladang bera, kebun campuran, dan padang penggembalaan. Jumlah tunas akar nyata dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan tumbuh dengan nilai korelasi regresi R² = 0,998. Hubungan jumlah permudaan alam tunas akar cendana dengan faktorfaktor lingkungan tumbuh dijabarkan dalam persamaan regeresi berganda yang menghasilkan koefisien regresi positip (diameter pohon induk, rasio lebar tajuk dan tinggi tajuk, intensitas cahaya permukaan tanah, pH H2O, C-organik, K, pori total, kadar air tanah pF 4,2), dan koefisien regresi negatif (diameter akar pohon induk bertunas, Na, dan kadar air tanah pada pF 2,54).
This research aims to identify the growth variation in root suckers’ natural regeneration of sandalwood and environment factors, and the correlation between natural regeneration number of root suckers and their environment factors on various land use patterns. The study was conducted in four villages namely Tetaf, Oinlasi, Babuin, and Haunobenak, in Southern Middle Timor Regency, the Province of East Nusa Tenggara. The data collection was accomplished by a survey with purposive sampling method using 10 m x 10 m plots, where sandalwood mother trees were used as the central plots. The sampling was done in four land use patterns i.e. real field, fallow field, mixed garden, and grazing field, with 25 plot samples on each pattern. The data analysis of this research uses anova, descriptive frequency, and double linear regression with SPSS software statistical application. The results show that there are variations on root sucker growth and environment factors in land uses of real field, fallow field, mixed garden, and grazing field. The real field, in fact is the best pattern to improve root sucker growth in terms of number of mother trees producing root suckers, the average number of root suckers, regeneration strata at seedling and sapling levels, growth distance of root suckers, and diameter of roots producing root suckers. It influences environment factors for growth, e.g. increasing light intensity, air temperature, soil porosity; and reducing air humidity, P2O5, bulk density, soil water content of pF 4.2. The number of root suckers is affected by growth environmental factors with a very significant regression correlation rate (R2 = 0.998). This correlation is described in double regression equation resulting in positive regression coefficient for tree diameter, crown height and width ratio, and soil surface light intensity parameters, and negative regression coefficient for diameter of budded trees, Na, and soil water content pF 2.54 parameters.
Kata Kunci : Permudaan alam,Tunas akar,Pohon induk,Cendana (Santalum album Linn),Pola penggunaan lahan, natural regeneration, root suckers, mother tree, sandalwood (Santalum album Linn.), land use pattern