Laporkan Masalah

Kekuasaan dalam tradisi pesantren :: Studi kasus masyarakat Buntet Pesantren Cirebon

WAHYUDIN, Ayub, Dr. Aris Arif Mundayat, M.A

2009 | Tesis | S2 Antropologi

Kekuasaan dalam tradisi pesantren menjadi kekuatan yang “mengukuhkan” sekaligus “mengancam” eksistensi kyai, santri dan wong magersari. Bahwa kekuasaan Tuhan bagi masyarakat Buntet Pesantren sebagai sebuah proyeksi pendisiplinan serta pengawasan yang paling sempurna. Dalam dunia mikrokosmos, sejauh mendapat legitimasi yang paling absolut dari pembawa risalah Tuhan yaitu Rasul Muhammad dalam rantai silsilah (sanad) sampai kepada para ulama atau kyai, adalah legitimasi kuasa yang diterima masyarakat Buntet Pesantren dan diwujudkan dalam kepatuhan. Mengupayakan “kepatuhan lahir” dan “kepatuhan bathin” dalam dunia pesantren merupakan keniscayaan seorang abd (kaula). Terkadang kepatuhan itu berwujud dalam kebungkaman diantara ratusan bahkan ribuan santri yaitu “santri yang di-zombie-kan”. Tidak sedikit dari mereka menerima ketidakadilan, pengasingan, bahkan kekerasan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Perlu ditegaskan, disekitar pesantren terdapat gagasan serta gerakan resisten yang besar, bisa berasal dari para alumnus intelektual yang dibesarkan di pesantren.

The power of pesantren tradition becomes a strength which “tenace” and “threaten” at once to the existence of kyai, santri and wong magersari. God’s power as a perfect discipline projection and monitor for the Buntet Pesantren people. In microcosmos world, as far as having the most absolute legitimation from the God’s treatise carrier that is prophet Muhammad in the spiritual genealogy (sanad) to the ulama or kyai, is the power legitimation which accepted by Buntet Pesantren people and realized in an obedient. To strive “physical obedient” and “spiritual obedient” in pesantren world constitute a certainly for an abd (servant). Sometime this obedient is in the form of silentness among hundreds or even thousands santri that is “zombied santri”. A lit of them treated unfairly, isolated, even abused that never been imagine before. It necessary to be distincted, around pesantren, that there was an idea and huge resistant movement, it can be sourced from the intellectual alumnus which grows up in pesantren.

Kata Kunci : legitimasi kuasa, silsilah , abd (kaula), legitimation, spiritual genealogy, abd (servant)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.