Laporkan Masalah

Strategi kelangsungan hidup perempuan kepala rumah tangga :: Studi terhadap keluarga single parent di Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang

WELAS, Yuke, Dr. Anna Marie Wattie, M.A

2009 | Tesis | S2 Antropologi

Banyak hal yang mengakibatkan terputusnya hubungan perkawinan antara dua orang seperti perceraian dan kematian. Dengan begitu, akan terjadi perubahan baik dalam hal perekonomian, struktur dan fungsi dalam keluarga. Perubahan yang terjadi dalam keluarga orang tua tunggal akan sangat berpengaruh dalam roda kehidupan mereka. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan dari beberapa perempuan yang menjanda tetap mampu bertahan menjadi kepala keluarga dengan segala kendala yang mereka hadapi. Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini akan berupaya mengetahui bagaimana strategi kelangsungan hidup perempuan sebagai kepala rumah tangga dan bagaimana perubahan pola relasi dan struktur yang terjadi dalam keluarga dengan ibu sebagai kepala rumah tangga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Propinsi Jawa tengah, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan mengambil delapan orang informan. Dari hasil penelitian terhadap informan yang ada ditemukan beberapa kriteria golongan informan yang dibagi menjadi empat golongan, yaitu berdasarkan usia ibu, berdasarkan usia anak, berdasarkan sebab perpisahan dan berdasarkan jenis pekerjaan. Penggolongan kriteria ini dimaksudkan agar dapat mengetahui strategi yang dilakukan masing-masing individu. Agar tetap dapat terus mempertahankan kelangsungan hidup keluarga, para informan melakukan berbagai strategi, antara lain bekerja, bantuan financial dari anak yang sudah dewasa, pembagian tugas dan partisipasi anak dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, partisipasi anak untuk menghasilkan pendapatan, menikah lagi, pinjaman materi dari berbagai pihak, pensiunan, bantuan fisik dari orang tua, bantuan dari pembantu dan pengelolaan waktu yang baik. Dalam pelaksanaannya, pada setiap individu informan melekat beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap pemilihan dan pelaksanaan strategi tersebut. Tetapi semua informan sepakat memilih bekerja sebagaqi satu strategi yang paling utama untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarga, baru setelah itu pelaksanaan berbagai strategi lainnya sebagai penunujang. Keluarga dengan ibu sebagai kepala rumah tangga juga mengalami pergeseran atau perubahan pola relasi dan struktur dalam keluarga. Memang perubahan yang terjadi dalam setiap keluarga tidak sama, namun setelah kepergian ayah sebagai kepala rumah tangga, pola relasi dan komunikasi dari hampir semua keluarga informan bersifat terbuka dan terjadi pergeseran peran. Hal tersebut memancing kesadaran pada diri masing-masing anggota keluarga menempatkan diri mengisi beberapa peran dan fungsi yang kosong, agar tetap dapat menjaga harmoni, keutuhan dan keberlangsungan hidup keluarga.

Many things can break marriage relationship between couple such as divorce and death. Thus, it will bring changes in some family aspects; economic, structure, or even function of family. Those changes which occur in single parent family will influence much in their life activities. But it is not impossible for women who become single parent to survive and become leader of family in facing any problem they may have. Based on that assumption, this research tries to know women survival strategy as family leader. And also to know the changes of relation system and structure which happen in that kind of family. This research is taken in Rejowinangun Utara district, Magelang Selatan sub district, Magelang city, Central Java province, by using qualitative research method and eight people as informants. Then from the research result toward those eight, founded some group criteria which are divided into four; according to mother age, children age, divorce factor, and profession. This grouping is purposed in order to know life strategy each of them and how they keep their family existance. For surviving, the informants do some strategies. Such as; working, financial aid from their adult children, children participation in household works, children participation in earning money, doing married again, loan from any sides, pension fund, physic aid from parent, hiring assistant, and a good time management. In the realization, each informant has some factors which influence toward the choice and the realization of that strategy. But they agree in choosing working as main strategy to maintain their family life. After that, other strategies are taken as alternative. Family with single parent mother also has some changes of relation system and structure in family. Indeed the changes which occur in each family are not same. But after father’s living as family leader, almost of informant family have a change to be more opened in relation and communication system and also replacement role. This thing demands every family member to replace and refill some empty roles in family in order to keep the harmony, completeness, and family existence.

Kata Kunci : orang tua tunggal, strategi kelangsungan hidup, struktur keluarga, single parent, life existence strategy, family structure


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.