Laporkan Masalah

Analisis nama tumpeng sesaji dalam upacara ruwatan Murwakala :: Analissi sematis-semiotis

MEILAWATI, Avi, Prof. Dr. Marsono, S.U

2009 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan medan makna dan komponen makna yang menjadi pembeda makna antar tumpeng dalam upacara ruwatan murwakala; (2) mendeskripsikan makna leksikal yang membentuk nama tumpeng ruwatan murwakala; (3) mendeskripsikan hubungan semiotic dari makna nama tumpeng yang terkandung dalam tumpeng ruwatan murwakala. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan berpartisipasi dan wawancara. Teknik yang digunakan adalah teknik rekam secara tertutup dan teknik kerjasama dengan informan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai makna tumpeng ruwatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori pemaknaan leksikal melalui penelusuran kamus; analisis medan makna untuk mengetahui pembentuk unsur tumpeng; serta analisis komponensial tumpeng untuk menemukan unsur pembeda antara makna tumpeng satu dengan tumpeng lainnya yang digunakan dalam upacara ruwatan murwakala. Analisis semiotik digunakan untuk menghubungkan penamaan tumpeng dengan makna menurut kepercayaan masyarakat Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara fono-semantis, proses pemaknaan penamaan tumpeng ruwatan murwakala dapat diperoleh melalui proses delisi dan substitusi unsur-unsur yang digunakan sebagai bahan pelengkap tumpeng; (2) analisis medan makna dan analisis komponensial makna menunjukkan perbedaan makna tumpeng dari segi letak hiasan yang meliputi dimensi ujung, atas, tengah, bawah, dasar; warna hiasan meliputi dimensi hijau, merah, putih, hitam, kuning, beragam; dan jenis hiasan meliputi dimensi kobis, kacang panjang, kecambah, cabe merah, bawang putih, telur dadar, kelapa, daun jati, sayuran; (3) pemaknaan nama tumpeng sebagai paduan leksem diperoleh dengan analisis leksikal melalui penelusuran kamus. Analisis semiotik menghasilkan hubungan pemaknaan nama tumpeng tersebut dengan kepercayaan masyarakat Jawa mengenai kehidupan. Falsafah hidup jawa, pada dasarnya mengacu pada keharmonisan hidup. Tahap pengerucutan tumpeng dan macam ornamen hiasannya melambangkan tahap keharmonisan yang harus selalu dijaga oleh manusia dengan tujuan kehidupan yang lebih baik.

This research’s objective are: (1) describing semantic domain and semantic component as a distinguisher to distinguish semantic field from various tumpeng in Ruwatan Murwakala ceremony; (2) describing lexical meaning that construct tumpeng’s name in Ruwatan Murwakala; (3) describing semiotic relation from what contains in the meaning of tumpeng’s name in Ruwatan Murwakala is. It collects data using participating research method and interviews. It is using close recording technique and cooperating with informants to get information about tumpeng ruwatan’s meaning. Using lexical meaning theory through dictionary; analyzing semantic domain to find out what substance form a tumpeng; also tumpeng componential analysis to find out the distinguish the meaning from various tumpeng in Ruwatan Murwakala ceremony to analyze the data. Semiotic analysis is used to connecting how to give a name to a tumpeng according to Javanese culture. The research results are shows that (1) fono-semantically, matters pertaining to meaning process of how to give a name to Ruwatan Murwakala tumpeng. It can get by deletions and substitution process from the substance that form a tumpeng; (2) semantic domain and semantic componential analyses are show that the difference meaning of tumpeng from where the decorations are placed, the colors, and kinds of decorations. It placed consists of on the tip, on the above, on the top, on the middle, on the bottom, on the base. The colors consist of green, red, white, black, yellow, and vary. Kinds of decorations, consist of cabbage, string bean, bean sprouts, red pepper, garlic, omelet, coconut, vegetables, and teak leaves; (3) the meaning of tumpeng as a phrase is obtain from lexical analysis through browsing the dictionary. Semiotic analysis results relations between the meaning of tumpeng’s name and believe on Javanese culture. Philosophy of life on Javanese culture basically, based harmony in life. Tumpeng’s conical stage and kinds of decoration ornaments symbolize stage of harmony that must be preserves by man for better life.

Kata Kunci : Makna,Tumpeng,Ruwatan,meaning, tumpeng, ruwatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.