Laporkan Masalah

Analisis kesalahan berbahasa Korea :: Studi kasus karangan mahasiswa Jurusan Bahasa Korea, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada

SEON-HEE, Min, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A

2009 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan berbahasa Korea yang dilakukan oleh para pembelajar Indonesia dalam menulis karangan pendek dan menjelaskan faktor-faktor penyebabnya. Data penelitian ini bersumber dari karangan-karangan pendek yang dibuat oleh 20 mahasiswa Indonesia yang telah mengambil kuliah Menulis V pada semester genap pada 2008. Data tersebut merupakan hasil kegiatan menulis untuk memenuhi tugas dan ujian. Kalimat yang diklasifikasi berjumlah 4.932 kalimat dari 377 karangan pendek. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Langkah-langkah menganalisis data penelitian ini dilakukan melalui tahap pengambilan data, pengidentifikasian dan pengklasifikasian kesalahan-kesalahan, dan pendeskripsian faktor-faktor penyebab kesalahan-kesalahan. Bentuk-bentuk kesalahan dideskripsikan pada kategori pelafalan, tata bahasa, dan kosakata secara garis besar. Kesalahan pelafalan yang tercermin pada penulisan bahasa Korea terjadi pada pelafalan konsonan (onset), khususnya dalam membedakan bunyi lax, reinforced, dan aspirate dalam pasangan minimal seperti ㅈ[tS], ㅉ[tS’], dan ㅊ[tS]]. Kesalahan pelafalan vokal yang paling banyak terjadi adalah pelafalan antara ㅓ[|] dan ㅗ[o]. Faktor penyebab utama kesalahan pelafalan adalah perbedaan sistem fonologi antara bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Sementara itu, bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan oleh para pembelajar Indonesia pada kategori tata bahasa tidak jauh berbeda dengan kesalahan-kesalahan yang dilakukan para pembelajar bahasa Korea pada umumnya. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang ciri-ciri tata bahasa Korea menjadi kendala untuk membuat kalimat yang benar secara gramatikal. Pada subkategori struktur, faktor penyebab terjadinya kesalahan adalah ketidakpahaman pembelajar terhadap pembentukan predikat dalam bahasa Korea, adanya perbedaan struktur bahasa Indonesia dan bahasa Korea (interferensi), dan pembelajar yang bingung menerapkan kaidah struktur bahasa Korea yang benar sehingga mencampur kaidah tersebut dengan kaidah struktur bahasa Indonesia. Terakhir, pada kategori kosakata, bentuk-bentuk kesalahan yang muncul dalam analisis data penelitian ini bersifat umum. Artinya, kesalahan-kesalahan tersebut juga dilakukan oleh para pembelajar bahasa Korea pada umumnya tanpa mempertimbangkan asal negara. Namun demikian, ada juga kesalahan kosakata yang terjadi karena pengaruh terjemahan langsung dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Korea sehingga tidak sesuai dengan penggunaan kata dalam bahasa Korea.

This research aims to describe the types of errors and explain the causes of the errors from compositions in Korean written by the Indonesian speaking learners of Korean. The learners in this research are majoring in the Korean Language in the Faculty of Korean Language, Gadjah Mada University. The data was collected from 20 students who took the Korean Writing V class during the fall semester in 2008. The compositions are consisted of diaries, short strories, and the mid-term and final exams. The sentences that were collected to be described are 4,792 sentences from 377 compositions. This research is conducted based on the qulitative method. From the data collected, the errors were identified and classified first, and then the causes of the errors were explained. The categories of the errors were divided into the three categories, pronounciation problems that are refelcted on their writing, grammar, and vocabularies. The Indonesian learners are mostly having difficulties in distingushing lax, reinforced, and aspirate sound in Korean consonants (onset) and vocal ã…“[|] and ã…—[o] because of the phonological differences between the Korean and the Indonesian langauge. The types of the grammatical errors that were found are simliar to the errors that are generally made by learners of the Korean language. The Indonesian speaking learners of the Korean language have difficulties in writing grammatically correct sentences because they lack of understanding linguistic characteristics of the grammer in Korean. The grammatical errors represent the difficult characteristics of the Korean grammar itself for learners and the lack of understanding the grammatical rules. The errors that are made at the categori of the structure are caused by the lack of understanding rules of predicate formation, structural differences between the Korean langauge and the Indonesian language (interference), or mixed gramatical features from the nasional language of the 20 students (bahasa Indonesia) and the Korean, which is their target language. Finally, at the category of the vocabulary, the types of the errors are mostly general developmental errors. The errors include some errors caused by the learners direct translation strategy from the Indonesian langauge to the Korean so that the usage is not as same as the usage in the Korean language.

Kata Kunci : Analisis kesalahan,Bahasa Korea,Pembelajar Indonesia,Error Analysis, Korean Language, Indonesian speaking learners’ of the Korean Language

  1. S2-FIB-2009-MIN_SEON-HEE-Abstract.pdf  
  2. S2-FIB-2009-MIN_SEON-HEE-Bibliography.pdf  
  3. S2-FIB-2009-MIN_SEON-HEE-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FIB-2009-MIN_SEON-HEE-Title.pdf