Interaksi verbal dalam kegiatan nonformal sekolah lapang (SL) kajian sosiopragmatik :: Studi kasus di Kelurahan Gadingan Kecamatan Silyeg Kabupaten Indramayu
NURYANI, Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
2009 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian tentang pola interaksi pada kegiatan nonformal sekolah lapang ini menjadi menarik sebab merupakan kegiatan yang terstruktur tetapi bersifat nonformal. Kegiatan nonformal banyak dilakukan dalam berbagai ranah kehidupan, dan tentang interaksi memunculkan beragam hal yang berbeda jika dibandingkan dengan kegiatan sekolah secara formal. Penelitian ini tidak hanya melihat pola interaksi yang berlangsung dalam kegiatan nonformal sekolah lapang saja, tetapi juga melihat hubungan antara lokusi dan ilokusi dengan situasi ujarnya. Penulis juga melihat hubungan antara bentuk gramatikal, makna tuturan, dan fungsi bahasa yang muncul. Interaksi yang berlangsung tidak dapat dilepaskan dari latar belakang sosial pemandu dan pesertanya. Penelitian ini menggunakan metode observasi partisipan dan wawancara mendalam, baik dengan peserta maupun pemandu SL. Subyek penelitiannya adalah pemandu dan peserta SL. Data yang dikumpulkan meliputi tiga hal, yakni percakapan pembelajaran, situasi pembelajaran, latar belakang pemandu dan peserta SL. Data yang berupa percakapan kemudian ditranskrip sebelum dilakukan analisis. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah, pola interaksi pada sekolah nonformal memiliki pola yang lebih cair daripada sekolah formal. Hubungan antara lokusi dan ilokusi didasarkan pada situasi ujarnya tidak memiliki keterikatan yang kaku. Hubungan antara bentuk gramatikal, makna tuturan, dan fungsi bahasa juga tidak terikat secara kaku. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran dalam sekolah nonformal memiliki kekhasan tersendiri daripada sekolah formal.
This study attempts to describe the patterns of verbal interaction between guides and participants of field school in the field of agriculture. This school is interesting to study because though it is considered informal, the activities are well structured as in formal schools. The patterns of verbal interaction in this informal field school are somewhat different from formal schools. This study is not only to observe the patterns of verbal interaction, but also to analyze the relations between locution and illocution acts in the speech situation. The analysis includes the relations among the grammatical forms, the meanings, and the language functions. The interaction is tied up to the guides and the participant’s background. In collecting the data, the writer uses participant observation method. Besides, the writer also asks the guides and the participants through indepth interview. The collected data consist of three points, namely, the learning conversations, the learning situations, and the backgrounds of the field school guides and the participants. The data is transcribed before it is analyzed. From this study, the writer concludes that the patterns of verbal interaction in this informal field school are not too rigid and opened. The relations between the locution and the illocution acts which are based on the speech situations are not bound strictly and so do the relations among the grammatical forms, the meanings, and the language functions. In brief, the learning interaction of the informal field school has its own specialty comparing to the formal schools.
Kata Kunci : Interaksi,Verbal,Nonformal,interaction,informal