Laporkan Masalah

Dampak pembinaan terhadap peningkatan keberagaman narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Yogyakarta

ASTUTI, Tri Ari, Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Si

2009 | Tesis | S2 Magister Hukum

Penelitian ini di latar belakangi oleh perlunya pengkajian lebih mendalam mengenai dampak pembinaan terhadap peningkatan keberagamaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan primer yang berasal dari lokasi penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan Kepala Seksi Pembinaan Lapas Kelas II A Yogyakarta, narapidana, residivis maupun mantan narapidana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pembinaan keberagamaan narapidana belum berhasil dalam memantapkan kembali harga diri dan kepercayaan diri narapidana sehingga belum membuat narapidana bersikap optimis. Dalam prakteknya terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pembinaan, meliputi: faktor profesionalitas pembina pemasyarakatan; faktor manajemen lembaga pemasyarakatan, faktor sarana dan prasarana pembinaan narapidana; dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan warga binaan pemasyarakatan. Dampak pembinaan terhadap peningkatan keberagamaan bagi narapidana, yaitu: belum berhasil dalam hal: peningkatan pemahaman dan pengetahuan keberagamaan; perubahan mendasar terhadap sikap narapidana kearah peningkatan keberagamaan yang agamis dan humanis; implementasi peningkatan keberagamaan dalam kehidupan. Dampak pembinaan terhadap peningkatan keberagamaan bagi lembaga pemasyarakatan yaitu belum berjalannya fungsi Lapas sebagai lembaga yang berperan memasyarakatkan kembali para narapidana yang telah melanggar hukum. Dampak pembinaan terhadap peningkatan keberagamaan narapidana bagi masyarakat adalah belum tercapainya integrasi narapidana dengan masyarakat secara sehat dan narapidana tidak mudah diterima kembali oleh masyarakat lingkungannya. Dampak pembinaan terhadap peningkatan keberagamaan narapidana bagi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang membawahi Lembaga Pemasyarakatan adalah penilaian negatif masyarakat terhadap kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

The research in background overshadow by the importance of study about the construction impact to religiousness improvement for convict in Correctional Institution Class II A of Yogyakarta. This research represent of empirical law, it is done by checking primary data coming from research location. Data collecting in this research through by interview with the Sectional Head of Construction in Correctional Institution Class II A of Yogyakarta, convict, recidivist and also former convict. The Result of this research has shown that implementation of religiousness construction for convict do not return the self regard and belief of convict so that do not made the convict behave the future optimism. In practice, there are factors influencing construction performance, covering: the professional of builder in correctional institution; management factor of correctional institution, factor of tool and instrument of convict construction; and other; dissimilar problem related to citizen of convict in correctional institution. Construction impact to religiousness improvement for convict, that is: covering: do not success in the case of: the increased of understanding and religion knowledge; fundamental change to convict attitude toward improvement of religiousness which religious and humanist; and the implementation of religiousness improvement for convict life. Construction impact to religiousness improvement for correctional institution do not success implementation of function, which sharing to socialize to return all convict impinged the punishment. Construction impact to religiousness improvement for convict for society do not integrated convict in environment society. Construction impact to Minister of Law and Human Right which direct the correctional institution is negative assessment of society to Department of Law and Human Right, Indonesia.

Kata Kunci : DAmpak, Keberadaan, Pembinaan narapidana, Lembaga Pemasyarakatan, Impact, Religiousness, Convict Construction, Correctional Institution.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.