Laporkan Masalah

Metafora dalam bidang pertanian padi masyarakat Dayak Buket Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur :: Suatu tinjauan linguistik antropologi

BAGEA, Ishak, Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo

2009 | Tesis | S2 Linguistik

Metafora dalam bidang pertanian padi masyarakat Dayak Buket merupakan bentuk ujaran yang tidak biasa. Yaitu bahasa yang digunakan dalam mengungkapakan metafora menggunakan bahasa Dayak Buket yang dilihat dari segi bentuk-bentuk metafora berbeda dengan bahasa Indonesia. Di samping itu, metafora dalam bidang pertanian padi pasti membawa kearifan lokal masyarakat yang menggunakannya, salah satunya adalah masyarakat Dayak Buket di kampung Linga Tivab Kecamatan Long Apari Kutai Barat Kalimantan Timur yang berkebudayaan Dayak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk metafora, jenis metafora berdasarkan elemen-elemennya, dan mendeskripsikan cara pandang masyarakat Dayak Buket Kutai Barat Kalimantan Timur yang tercermin dalam metafora bidang pertanian padi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini terdiri atas tiga tahap yaitu metode pengumpulan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan merekam ujaran, mentranskripsikannya secara fonetis, mengklasifikasikannya sesuai dengan jenis medan semantik metafora dalam bidang pertanian padi, dan kemudian menganalisis bentuk-bentuk metafora, deskripsi jenis metafora berdasarkan elemen-elemennya, dan mendeskripsikan kearifan lokal yang ada di dalam metafora. Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan pemaparan mengenai bentukbentuk metafora dalam bidang pertanian padi masyarakat Dayak Buket. Bentuk itu berupa Kata kerja, kata benda, kata sifat, frase kata kerja, frase benda, frase sifat, cara pandang masyarakat Dayak Buket dapat tercermin dari metafora tersebut.

Metaphor in the field of rice farming is an unusual form of utterances in Dayak Buket society. The language used in expressing metaphor is Dayak Buket language seen from the metaphoric forms which are different from Indonesian. In addition, the metaphor in the field of rice farming must indicate the local wisdoms of the societies using it. One of which is Dayak Buket society in Linga Tivab village, Long Apari district, West Kutai, East Kalimantan, with dayak cultural background. This research aims at describing the forms of metaphor and the types of metaphor based on its elements as well as describing the worldviews of Dayak Buket society of West Kutai, East Kalimantan that are reflected through the metaphor that they use in the field of rice farming. This research employs descriptive qualitative method. This method consists of three steps, namely, data collecting, data analysis, and result presentation of data analysis. The data collecting is executed by recording the utterances, transcribing the utterances phonetically, classifying them according to the kinds of semantic field of metaphor in the field of rice farming, analyzing the forms of metaphor and the description of its types based on the underlying elements, and describing the local wisdoms that exist in the metaphor. This research results in the exposition of the forms of metaphor in the field of rice farming in Dayak Buket society such as verbs, nouns, adjectives, verbal phrases, noun phrases, adjective phrases. The worldviews of Dayak Buket society can be recognized from the metaphor that they use in the field of rice farming.

Kata Kunci : Metafora dalam bidang pertanian padi,Bahasa Dayaj Buket,Masyarakat Dayak Buket,Metaphor in the field of rice farming, Dayak Buket society, Dayak Buket language


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.