Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi pinjaman luar negeri Pemerintah Indonesia dan dampaknya terhadap APBN

ASSEL, Muhammad Ridhwan, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Kajian dan penelitian ini merupakan pembahasan teoritis serta hasil kajian empiris tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia serta dampaknya terhadap APBN dengan menggunakan data tahunan selama periode tahun 1970-2007. Penelitian ini menggunakan pendekatan Error Correction Model (ECM) dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Model ECM digunakan untuk mengatasi adanya kemungkinan kesalahan atau perbedaan terutama diantara model teoritis dengan model statistik, disamping juga untuk melihat keseimbangan jangka panjang dan mengetahui validitas model yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun kajian dan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, ada hubungan keseimbangan antara perubahan pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia terhadap variabel-variabel makro ekonomi, yaitu defisit anggaran, nilai tukar, ekspor, tingkat GNP, dan variabel dummy krisis ekonomi tahun 1997, meskipun pada kenyataannya variabel defisit anggaran tidak berpengaruh signifikan terhadap pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia selama periode pengamatan. Sementara dalam jangka pendek, perubahan pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh variabel dummy krisis ekonomi tahun 1997 dan variabel ECT. Sedangkan variabel defisit anggaran, nilai tukar, ekspor, dan tingkat GNP tidak berpengaruh signifikan terhadap pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia cukup responsif terhadap perubahan yang terjadi pada variabel- variabel makro ekonomi Indonesia, khususnya variabel ekspor, nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pinjaman luar negeri pasca krisis ekonomi tahun 1997. Disamping itu juga ditunjukkan bahwa kondisi atau posisi pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia saat ini berada pada angka atau level yang cukup besar dan memprihatinkan sehingga menjadi beban tersendiri bagi APBN dan perekonomian Indonesia yang setiap tahunnya harus mengalokasikan porsi yang sangat besar untuk membayar beban pokok dan bunga pinjaman yang telah jatuh tempo. Hal ini terlihat dari hasil analisis terhadap beberapa indikator pinjaman atau kerentanan eksternal, seperti Debt to Export Ratio, Debt to GNP Ratio, dan Debt Service Ratio (DSR).

The research and study cover a theoretical discussion and empirical study on factors affecting the Indonesian Government’s foreign debts and their impact on the State Revenues and Expenditures Budget (APBN) based on annual data from 1970 to 2007. The research employs the Error Correction Model (ECM) approach by applying the Ordinary Least Square (OLS) method. The ECM is performed to anticipate the possibility of errors and disparity between the theoretical model and the statistical model as well as to identify long-term balance and validity of the model employed in the research. The research results indicate that within a long-term period, there is balance between changes in the Indonesian Government’s foreign debts and macro-economic variables, i.e. budget deficit, exchange rate, export, GNP level, and dummy variables for the 1997 economic crisis despite the fact that the budget deficit variable does not significantly affect the Indonesian Government’s foreign debts within the observed period. On the other hand, within a short-term period changes in the Indonesian Government’s foreign debts are affected significantly by dummy variables for the 1997 economic crisis and the ECT variable. Within such a period, the budget deficit, exchange rate, export, and GNP level variables do not significantly affect the Indonesian Government’s foreign debts. Thus, it can be concluded that the Indonesian Government’s foreign debts tend to respond to changes occurring in macro-economic variables, especially export, exchange rate, economic growth, and condition of foreign debts post-1997 economic crisis. Currently, the Indonesian Government’s foreign debts are reaching unsettling figures, becoming a burden on the APBN and the country’s economy in which a large portion of the state budget has to be allocated for debt service payments falling due. This is shown by the results of analysis of indicators of debt and external vulnerability, such as Debt to Export Ratio, Debt to GNP Ratio, and Debt Service Ratio (DSR).

Kata Kunci : Pinjaman Luar Negeri Pemerintah Indonesia,Anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN),Variabel makro ekonomi,Error correction model (ECM),Debt service ratio (DSR), The Indonesian Government’s Foreign Debts, the State Revenues and Expenditures Budget (


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.