Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kota Administrasi Jakarta Utara 1994-2007
HARYONO, Budi, Drs. Ahmad Jamli, M.A
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan PDRB sektoral, tingkat urbanisasi, tingkat pengangguran, tingkat partisipasi pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Kota Administrasi Jakarta Utara tahun 1994-2007. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tingkat kemiskinan sebagai variabel terikat (dependen) dan PDRB Sektoral, tingkat urbanisasi, tingkat pengangguran, tingkat partisipasi pendidikan, dan pertumbuhan ekonmi sebagai variabel bebas (independen). Jenis data menggunakan time series, dengan menggunakan alat analisis regresi berganda yang diestimasi dengan (Ordinary least square) OLS. Hasil analisis kuantitatif menunjukan bahwa PDRB sektoral berhubungan negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Koefisien regresi ditunjukan sebesar -0,200721 artinya bahwa setiap kenaikan PDRB sektoral 1 persen maka akan menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,21 persen. Tingkat urbanisasi berhubungan positip dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, hasil regresi ditunjukan sebesar 3, 909199 artinya setiap kenaikan tingkat urbanisasi sebesar 1 persen maka akan menaikan tingkat kemiskinan sebesar 3,90 persen. Tingkat pengangguran berhubungan positip dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, hasil regresi ditunjukan sebesar 1,253859 artinya setiap kenaikan tingkat pengangguran sebesar 1 persen maka akan menaikan tingkat kemiskinan sebesar 1,25 persen. Tingkat partisipasi pendidikan berhubungan positip dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, hasil regresi ditunjukan sebesar 0,206130 artinya setiap kenaikan tingkat partisipasi pendidikan sebesar 1 persen maka akan menaikan tingkat kemiskinan sebesar 0,20 persen. Tingkat pertumbuhan ekonomi berhubungan negatif dan tidak signifikan, hasil koefisien regresi ditunjukan sebesar -0,021823 artinya setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen maka akan menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,02 persen. Kebijakan yang disarankan untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Administrasi Jakarta Utara. Pemerintah Daerah memberikan kemudahan bagi investor untuk mengembangkan usahanya, menciptakan lapangan kerja dengan memberikan keterampilan melalui pemberdayaan BLK (Balai Latihan Kerja)) dan pinjaman modal usaha kepada pencari kerja, subsidi kepada masyarakat miskin agar dapat memutus siklus kemiskinan antar generasi, pemberdayaan UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan memperluas jaringan pasaran mereka.
The aim of research is to analyze the influence of GDRP growth by sector, migration rate, unemployment rate, man year school rate, and economic growth to poverty in North Jakarta 1994-2007. Variables are used on the reseach divide into poverty rate as a dependent variables, meanwhile GDRP growth by sector, migration rate, unemployment rate, man year school rate, and economic growth as independent variables. The type of data used is time series, and using multiple linear regression estimated with Ordinary Least Square (OLS). Quantitative analyze showed that GDRP by sector relate negatively and significant to poverty rate. It has -2,200721 coefficient means every 1 percent GDRP by sector growth will reduce poverty about 0,21 percent. Migration rate relate positively and significant to poverty rate. It showed on a 3,909099. The coefficient means every 1 percent migration rate growth will increase poverty rate as much 3,90 percent. Unemployment rate also relate positively and significant to poverty rate, which the coefficient is 1,253859. Same as migration rate, every 1 percent unemployment rate growth will increase poverty rate about 1,25 percent. Man year school rate has positively and significant to poverty rate which showed by the coefficient 0, 206130. It means every 1 percent man year school rate growth will increase poverty rate about 0,20 percent. Otherwise, economic growth has negative relation but not significant to poverty rate where the coefficient is - 0,021823. The coefficient means every 1 percent economic growth will decrease poverty rate about 0,02 percent. Suggested policies to reduce poverty at North Jakarta. Government are facilitating investor to expand their business, creating job vacancy by empowering government workshop (BLK), and giving credit for job seekers, giving subsidy to poor people to cut poverty cycles across generation, empowering SMEs by enlarging their market network.
Kata Kunci : kemiskinan, PDRB sektoral, tingkat urbanisasi, tingkat pengangguran, tingkat partisipasi pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi, poverty, GDRP growth by sector, migration rate, unemployment rate, man year school rate, and economic growth