Pengaruh gaya arsitektur Bali terhadap nilai rumah di Kabupaten Badung Provinsi Bali
KARTINI, Fenny Arie, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya arsitektur Bali dan faktor-faktor fisik lainnya terhadap nilai rumah di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Faktor-faktor yang diduga kuat berpengaruh terhadap nilai rumah adalah luas tanah, lebar depan, jarak dari/ke pusat kota, luas bangunan dan dummy gaya arsitektur Bali. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data kerat lintang (cross section), pada tahun 2008, meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan dan wawancara tentang gaya arsitektur Bali pada bangunan rumah. Data sekunder diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Badung Selatan. Pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 yang diambil secara random di tiap daerah yang akan diteliti yaitu di Kecamatan Kuta dan Kecamatan Kuta Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Squares untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor tersebut. Hasil penelitian dengan menggunakan kriteria ekonomika, statistika, dan ekonometrika menunjukkan bahwa gaya arsitektur Bali, luas tanah, lebar depan, dan luas bangunan memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai rumah pada taraf nyata (α=0,05). Estimasi model yang digunakan adalah model log linier (log-log atau dobel log) dengan kemampuan menjelaskan (R2) sebesar 93,57 persen. Variabel luas tanah, lebar depan dan luas bangunan berpengaruh positif dengan koefisien sebesar 0,406325; 0,503376; dan 0,382301. Jarak dari/ke pusat kota tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai rumah di Kabupaten Badung. Dummy gaya arsitektur Bali berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai rumah dengan koefisien 0,215017 yang berarti bahwa bangunan rumah yang bergaya arsitektur Bali dinilai lebih tinggi 23,988 persen dibandingkan dengan rumah yang tidak bergaya arsitektur Bali.
The objective of this research is to analyze the influence of Balinese architectural style and other physical factors to residential value in Badung Regency, Bali Province. The factors are dummy variable of Balinese architectural style, land size, frontage, distance from/to central city, and building size. This research used 30 cross section data obtained in 2008 through cluster sampling. The data were collected randomly in Kuta and Kuta Selatan Subdistrict. Primary and secondary data are used in this research. Primary data were taken from field observations and interviews with the owner of the residential building, and the secondary data were collected from Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Badung Selatan. Multiple regression analysis by ordinary least squares method was used to analyze the factors influencing the residential value. The results from analysis using economic, statistic, and econometric criteria shows that only four independent variables influence significantly to residential value. Variable land size, frontage, and building size influence significantly positive to residential value with the coefficient of 0.406325; 0.503376; and 0.382301. Meanwhile, distance from/to central city does not have significant influence to residential value in Badung Regency. Dummy variable of Balinese architectural style has a significant and positive effect to residential value with the coefficient of 0.215017, means that the residential with Balinese architectural style is valued 23.988 percent more than the residential with no Balinese architectural style.
Kata Kunci : Nilai rumah,Gaya arsitektur Bali, residential value, Balinese architectural style