Laporkan Masalah

Pola atribut yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam membeli rumah di Kecamatan Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2008

HANDAYANI, Asri Wening, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Pertumbuhan perumahan di Kecamatan Depok, Sleman telah mengalami perkembangan yang pesat. Data menunjukkan bahwa terdapat kelebihan penawaran atas permintaan rumah. Hal ini yang kemudian disebut back log positif. Jumlah kelebihan penawaran rumah yang terbesar di Kabupaten Sleman terjadi di Kecamatan Depok. Pada tahun 2005, back log positif yang terjadi mencapai 13.465 unit. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan apakah rumah yang tersedia tidak sesuai dengan keinginan masyarakat? Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pola atribut yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam membeli rumah di Kecamatan Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan urutan prioritas kombinasi atribut yang disukai konsumen. Atribut yang digunakan adalah aksesibilitas, keamanan, jenis jalan, bentuk fasilitas dan lucky location. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapat dari hasil kuisioner konsumen yang telah melakukan pembelian rumah di Kecamatan Depok pada tahun 2008. Alat analisis yang digunakan adalah analisis konjoin. Analisis ini menggunakan SPSS untuk mendapatkan kombinasi atribut yang paling disukai dan paling tidak disukai konsumen. Dengan analisis konjoin, penelitian ini menemukan bahwa atribut prioritas dalam preferensi konsumen adalah fasilitas. Atribut selanjutnya berturutturut adalah lucky location, aksesibilitas, jenis jalan dan keamanan. Kombinasi atribut yang paling disukai adalah memperhatikan kelancaran transportasi, memperhatikan penjagaan satpam, dilalui jalan utama, memiliki fasilitas berupa taman dan memperhatikan feng shui.

The development of housing in Depok Subdistrict, Sleman had developed quickly. Data showed that there was oversupply of house demand. Then, it was called positive back log. The biggest number of house oversupply in Sleman was at Depok Subdistrict. In the year 2005, the positive back log accured as high as 13,645 units. Then, it raised a question wether the available house was not suitable with the demand of community? Therefore, it needed a research about the attribute patterns that influences the customer preferences in buying house in Depok Subdistrict. This research aimed to determine the combination priority order of attribute preferred by customers. The attributes used were accesibility, security, the type of road, facility form, and lucky location. Data used in this research were primary data obtained by questionnaire from the customers who bought house in Depok Subdistrict during the year 2008. Analysis tools used was conjoint analysis. This analysis used SPSS to get most preferred attribute combination and least preferred attribute combination by customers. Using conjoint analysis, this research found that priority atrribute in customer preferences was fasility. The next atrribute were lucky location, accesibility, type of road, and security. The customer’s most preferred atrribute combination were paying attention to transportation smoothness, paying attention to security, passed by main street, having park facility and payying attention to feng shui.

Kata Kunci : Back log positif,Preferensi,Atribut,Konjoin,positive back log,preference,attribute,conjoint


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.