Strategi pengembangan komoditas kemiri :: Studi kasus di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur
DONUISANG, Zefry Gerson Nahasjon, Dr. Catur Sugiyanto,
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini akan mengevaluasi pengembangan komoditas kemiri dengan metode pemasaran: (1) strategi pertumbuhan, (2) strategi keuntungan kompetitif, (3) strategi berinteraksi secara vertikal, (4) strategi memahami kompetensi, keunikan di pasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dilaksanakan di tahun 2009 dengan metode survei dan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah 15 responden dari kalangan pemerintah, dan 25 responden dari petani kemiri. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa strategi pengembangan kemiri di Kabupaten Alor sebagai berikut, (1) strategi pertumbuhan; pemerintah memperhatikan tata niaga pengiriman, selalu menginformasikan harga, menjaga kestabilan harga, harga disesuaikan dengan musim panen, pedagang tidak mengikututi aturan yang ditetapkan, mencari harga keluar daerah, pedagang menentukan harga sendiri, pemerintah fokus pada lahan baru, harga tidak mencukupi kebutuhan para petani dan pengalihan lahan untuk perumahan, (2) keuntungan kompetitif; belum membuka transportasi ke Negara Timor Leste, kurang memperhatikan perkebunan kemiri, kurangnya memperhatikan tempat pemasaran, harga fluktuatif, belum adanya investor, (3) beriteraksi secara vertikal; kurangnya sosialiasi dan penyuluhan, kurangnya pengawasan mutu, pengolahan masih tradisional, tidak ada pabrik pengolahan, modal petani yang sangat rendah, (4) memahami kompetensi, keunikan di pasar; kualitas kemiri cukup baik, kurangnya sosialisasi dan penyuluhan, mengawasi mutu kemiri dan meningkatkan produksi, pengolahan masih tradisional, pengembangan dengan modal yang sangat rendah.
This study is to evaluate the strategies of developing candlenut commodity by using a marketing method: (1) growth strategy, (2) competitive profit strategy, (3) vertical interaction strategy, and (4) competence understanding strategy. It is a descriptive study conducted on 2009 by adopting a survey technique. Sample of the study is 15 respondents of governmental apparatus and 25 from the candlenut farmers. Result of the study indicates that the strategies of developing the candlenut commodity in Alor Regency were as follows: (1) in growth strategy, government has concerned to the commercial procedures of shipment, always informed about prices, maintained the price stability, adapted the price with the harvesting season, forced traders to comply with the determined regulations, helped in seeking prices to outside the region, left the farmers to determine the prices by themselves, tried to focus on new lands, prices that are sufficient for the farmers’ need, and transfer the use of land for housing; (2) in competitive profit strategy, government did not open markets to Timor Leste, less concerned to the candlenut plantation, less concerned to regions for marketing, and less investor in the commodity; (3) in vertical interaction strategy, government did less socialization and extension, less quality control, traditional processing, no processing factory, and very low capital; (4) in competence understanding strategy, sufficiently good quality of candlenut, less socialization and extension, increased control of candlenut quality, traditional processing, and development with greatly low capital.
Kata Kunci : Strategi pertumbuhan,Keuntungan kompetitif,Berinteraksi secara vertikal,Memahami kompetisi, Growth strategy, competitive profit, vertical interaction strategy, competence understanding strategy