Laporkan Masalah

Konstruksi analissi standar belanja (ASB) pada kegiatan Bintek-Diklat teknis di Pemerintahan Provinsi Maluku

MUAL, Eduard, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan menentukan model analisis standar belanja untuk memenuhi kewajaran anggaran belanja pada kegiatan bintek/diklat teknis di Pemerintah Provinsi Maluku, mengkonstruksi seluruh kebutuhan anggaran kegiatan bintek/diklat teknis yang wajar dengan beban unit kerja/satuan kerja perangkat daerah di Provinsi Maluku. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan dengan cara mengumpulkan data sekunder yaitu Dokumen Pelaksanaan Anggaran–Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2008. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka data dianalisa dalam beberapa tahapan dengan beberapa alat analisis. Tahap pembentukan model awal digunakan metode Scattergraph dan analisis regresi sederhana untuk menentukan nilai fixed cost dan variable cost. Tahap pengujian model dengan menggunakan uji Durbin Waston (DW-tes) untuk menentukan spesifikasi model apakah model memenuhi linearitas atau tidak. Penentuan nilai rata-rata, batas atas dan batas bawah belanja digunakan analisis statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan simpangan bakunya. Dalam menganalisis kewajaran kebutuhan belanja digunakan pendekatan Comperative Budget Statement (CBS), dan untuk teknik penyesuaian belanja tahun berikutnya dilakukan dengan pendekatan estimasi inflasi. Hasil analisis menunjukan bahwa model ASB yang dikembangkan adalah baik dan dapat digunakan sebagai alat prediksi dalam menentukan kewajaran belanja kegiatan bintek/diklat teknis di Pemerintah Provinsi Maluku. Model ASB kegiatan tersebut adalah Y= Rp26.404.000 + Rp555.000X, di mana X adalah pengendali belanja yaitu jumlah peserta x jumlah hari. Konstruksi seluruh kebutuhan anggaran kegiatan bintek/diklat teknis dilakukan melalui pendokumentasian/perumusan ASB, analisis kewajaran belanja kegiatan dan teknik penyesuaian tahun berikutnya.Hasil analisis kewajaran belanja menunjukkan bahwa 33,33 persen kegiatan mengalami overfinancing dan 66,67 persen mengalami underfinancing. Nilai total anggaran kegiatan bintek/diklat teknis secara keseluruhan mengalami underfinancing sejumlah Rp715.500,- atau sebesar 0,02 persen. Hasil perhitungan penyesuaian anggaran untuk tahun 2009 dengan pendekatan estimasi tingkat inflasi menunjukkan peningkatan nilai total belanja yang wajar untuk keseluruhan kegiatan bintek/diklat teknis adalah sebesar 7,00 persen.

The present research aims to decide expenditure standard analysis model to fulfill the expenditure feasibility of technical guidance/education and technical training activities in Maluku province government, to construct all feasible budget needs for technical guidance/education and technical training activities with burden of region ware work unit in Maluku Province Government. This research adopted qualitative descriptive approach through the use of literature study and field study by collecting secondary data is estimation execution document - region ware work unit (DPA-SKPD) of Maluku Province Government for the 2008 Budget Year. To achieve the research objective, data were analyzed in several stages by using several analysis instruments.To establish initial model, scattergraph method and simple regression analysis were adopted to decide the values of fixed cost and variable cost; Durbin Waston (DW) test was also used to decide whether the specification model fulfilled liniearity or not. To decide the average values of upper and lower limits of budget, descriptive statistical analysis was carried out by computing average values and standard deviation. To analyze the feasibility of expenditure demand, the Comparative Budget Statement (CBS) approach was used, and to adjust the following year expenditure, inflation estimation approach was utilized. Analysis result indicated that the ESA model developed was good and it was able to be used as a prediction instrument to decide the expenditure feasibility of technical guidance/education and technical training activities in Maluku Province government. The ESA model of such activities was Y= IDR26.404.000 + IDR555.000X, where X was expenditure control, i.e. total participants x total days. All budgets for technical/education supervisory and technical training activities were constructed by documenting/formulating the ESA, anaylizing expenditure feasibility of activities and following year adjustment. Analysis result of expenditure feasibility showed that 33,33 percents of activities underwent overfinancing and 66,67 percents suffered from underfinancing. Total budget of technical guidance/education and technical training activities underwent underfinancing of IDR715.500 or 0.02 percent. Results of 2009 budget adjustment with inflation rate estimation approach showed increase in feasible total expenditure of 7.00 percent for all technical guidance/education and technical training activities.

Kata Kunci : Analisi standar belanja,Kewajaran belanja,Estimasi biaya, expenditure standard analysis, expenditure feasibility, cost estimation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.