Formulasi analisa standar belanja (ASB) atas belanja kegiatan bimbingan atau pelatihan non teknis di Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru 2009
RAKHMADI, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi analisa standar belanja (ASB) atas belanja kegiatan bimbingan atau pelatihan non teknis di Pemerintah Kabupaten Kotabaru, menghitung tingkat kewajaran belanja kegiatan tersebut serta memproyeksikan alokasi belanja kegiatan tersebut untuk tahun berikutnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) kegiatan bimbingan atau pelatihan non teknis tahun 2007-2008. Alat analisis yang digunakan adalah analisis varian (ANOVA) dengan menggunakan regresi sederhana untuk menentukan nilai dari belanja tetap dan belanja veriabel, sedangkan untuk memperoleh nilai proporsi batasan alokasi obyek belanja digunakan analisis deskriptif statistik untuk menghitung nilai ratarata, maksimum dan minimum dari masing-masing obyek belanja. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis varian terhadap model ASB yang dibangun menunjukkan hubungan total belanja atau variabel dependen (Y) dengan satuan pengendali belanja atau variabel independen (X1) adalah linear dalam parameter.Variasi perubahan total belanja atau variabel independen (Y) dapat dijelaskan oleh satuan pengendali belanja atau variabel independennya (X1) yang terdapat dalam model sebesar 0,6208, sedangkan selebihnya sebesar 0,3792 dijelaskan oleh variabel lain yang berada di luar model. Melalui uji signifikansi dengan uji F didapatkan hasil F-hitung lebih besar dari F-tabel. Hal ini menujukkan bahwa variasi perubahan variabel independen (X1) berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel dependennya (Y). Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan model ASB tersebut, untuk alokasi belanja kegiatan bimbingan atau pelatihan non teknis yang diusulkan oleh satuan kerja perangkat daerah kabupaten Kotabaru periode 2007-2008 terdapat 7 kegiatan yang mengalami underfinacing dan 4 kegiatan mengalami overfinancing. Untuk proyeksi tahun 2009 dengan asumsi angka inflasi sebesar 5 persen diperoleh nilai total belanja masing-masing kegiatan yaitu, keg-1 sebesar Rp48.982.500, keg -2 sebesar Rp71.473.500, keg-3 sebesar Rp169.470.000, keg-4 sebesar Rp52.516.800, keg-5 sebesar Rp92.358.000, keg-6 sebesar Rp108.423.000, keg-7 sebesar Rp60.228.000, keg-8 sebesar Rp64.244.250, keg-9 sebesar Rp61.834.500, keg-10 sebesar Rp79.506.000, dan keg -11 sebesar Rp84.325.500.
Purpose of this study was to determine a formulation of the ASB for the extension activity or non-technical training expenditure in the government of Kota Baru Regency, to calculate a normality level of the activity expenditure, and to project the activity expenditures allocation in the next year. Data used in the study were the implementing documents of budget in the extension activity or the non-technical training of 2007-2008. The analysis instrument uses was a variance analysis by using a simple regression for determining the values of fixed costs and variable costs, while a descriptive analysis was used to obtain a proportion value of the limitation of spend object allocation by calculating the average, maximum, and minimum values of the respective spend object. A result of the study conducted by adopting the variance analysis on the ASB model indicates a total relationship between cost as a dependent variable (Y) and the unit of cost drive as an independent variable (X1) was linear in parameter. A variation in change of the total costs as an independent variable (Y) could be explained by the unit of cost drive or an independent variable (X1) in the model was 0.6208, and the remaining, i.e. 0.3792, could be explained by other variables beyond the model. By adopting a significance test (F-test), it can be obtained that a result of the F-calculation > F-table. It indicates that variation in change of the independent variable (X1) has a significantly positive influence on the dependent variable (Y). From the calculation using the ASB model, for the extension activity or non-technical training spends allocation proposed by the working units of local apparatuses in Kota Baru Regency, it can be concluded that seven activities were under-financed and four activities were over-financed. With a projection for 2009 with an assumed inflation rate of 5 percent, the values of the respective total costs were as follows: activity-1 of IRD 48,982,500, activity-2 of IRD 71,473,500, activity-3 of IRD 169,470,000, activity-4 of IRD 52,516,800, activity-5 of IRD 92,358.000, activity-6 of IRD 108,423,000, activity-7 of IRD 60,228,000, activity-8 of IRD 64,244,250, activity-9 of IRD 61,834,500, activity-10 of IRD 79,506,000, and activity-11 of IRD 84,325,500.
Kata Kunci : Formulasi ASB,Belanja kegiatan bimbingan dan pelatihan non teknis,Kabupaten Kotabaru 2009, Formulation of the ASB, extension activity or non-technical training spends, Kota Baru Regency of 2009