Manajemen aset tetap (tanah dan bangunan) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat
SYATHIBIE, M, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanSemangat otonomi daerah sejak digulirkannya reformasi telah membawa perubahan paradigma baru pengelolaan barang milik daerah dan memunculkan optimisme baru dalam penataan dan pengelolaan aset daerah yang lebih tertib, akuntabel dan transparan. Pengelolaan aset daerah yang profesional dan modern dengan mengedepankan good governance di satu sisi diharapkan akan mampu meningkatkan kepercayaan pengelolaan aset daerah dari masyarakat/stakeholder. Pengelolaan aset daerah yang dimaksud tidak sekedar administratif semata, tetapi lebih maju berfikir dalam menangani aset daerah, dengan bagaimana meningkatkan efisiensi, efektifitas dan menciptakan nilai tambah dalam mengelola aset. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan aset tetap (tanah dan bangunan) milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan cara mengukur seberapa penting penerapan faktor–faktor kunci keberhasilan pengelolaan aset tanah dan bangunan meliputi peringkat kepentingan dan perbedaan kinerja berdasarkan jumlah pegawai, luas tanah, luas bangunan, peran pengelola level atas, peran pengelola level menengah dan peran pengelola level bawah. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan sampel sebanyak 125 responden dari 25 unit kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance- Performance Analyisis (IPA) dan Kruskal Wallis Test (H test). IPA digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kinerja dari faktor–faktor kunci keberhasilan pengelolaan aset tanah dan bangunan sedangkan H test digunakan untuk menguji beberapa sampel yang sifatnya independen dan dimiliki oleh populasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan variabel 10 yaitu Sikap positif dan komitmen kepala satuan kerja terhadap aset tanah dan bangunan dan variabel 2 yaitu Identifikasi, pencatatan dan penyimpanan informasi berkaitan dengan aset tanah dan bangunan tersentralisasi oleh pengelola aset menunjukkan kinerja yang cukup baik dan perlu dijaga dan dipertahankan pelaksanaannya. Kedua variabel ini mendapatkan skor masing–masing sebesar 3,8480 dan 3,6560. Selanjutnya variabel 14 yaitu Transparansi biaya yang berkaitan dengan pengelolaan aset tanah dan bangunan dan variabel 16 yaitu Perencanaan atas aset tanah dan bangunan yang tidak aktif dikelola oleh pihak ketiga dan memperhatikan aspirasi masyarakat. Kedua variabel ini mendapat tanggapan responden sebesar 3,2560 dan 3,0320. H test menunjukkan kinerja pengelolaan aset tanah dan bangunan secara signifikan dipengaruhi oleh peran pengelola level atas, peran pengelola level menengah dan peran pengelola level bawah. Sedangkan jumlah pegawai, luas tanah dan luas bangunan tidak signifikan yang berarti tidak mempengaruhi kinerja pengelolaan aset tanah dan bangunan.
Since the reformation era, the spirit of local autonomy has created transformation on new local government asset management and introduced new optimism in arrangement and management of local asset to be more organized, accountable and transparent. The professionally and modernly managed of local asset will introduced good governance and hopefully will increase the trust from society/stake holder in local asset management. The local asset management mentioned previously is not only in administrative aspect but also advanced asset management such as how to increase the efficiency, effectivity and create added value in asset management. Based on the phenomenon, the objective of this research is to analyze fix asset management (land and building) owned by government of West Kalimantan Province by measuring the implementation of key successful factors of land and building-asset management such as level of importance and the difference of performance level based on number of employee, land area, building area, roles of high, middle and low level management. This research used purposive sampling method involving 125 respondent from 25 unit in the government of West Kalimantan Province. The analysis methods used in this research are Importance Performance Analysis (IPA) and Kruskal Wallis Test (H test). IPA is used to find out the level of importance and performance of key successfulness factors of land and building asset management and H test is used to test samples which is independent and owned by the different populations. Results shows that variable 10 which is Positive attitude and commitment of head of work unit on the land and building asset and variable 2 which is Identification, book keeping and storing of information on land and building asset centralized by the asset management shows relatively good performance thus should be maintained. These two variables got score of 3.8480 and 3.6560 respectively. Furthermore, variable 14 which is Financial transparency regarding to land and building asset management and variable 16 which is Planning of inactive land and building asset managed by third party encourage the society aspiracy. These two variables got respondent responses of 3.2560 and 3.0320. H test results shows that the performance of land and building asset management significantly influenced by the role of high, mid and low level management. However, number of employee, land area and building area do not significantly influence the performance of land and building asset management.
Kata Kunci : Otonomi daerah,Manajemen aset, Local Autonomy, Asset Management