Laporkan Masalah

Efisiensi jaringan pemasaran biji kakao di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua

TWAMANGKWA, Hendrik Fransiskus Xaverius, Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Perkebunan kakao adalah salah satu sektor unggulan untuk pengembangan perekonomian daerah di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Luas lahan dan iklim tropis yang memadai menjadi faktor pendukung pembangunan ekonomi daerah di sektor tersebut. Akan tetapi, selama ini sektor perkebunan kakao rakyat ini kurang berkembang dengan baik, salah satunya karena belum terbentuknya jaringan pasar yang memadai bagi komoditas di sektor perkebunan ini. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem jaringan pemasaran biji kakao, menganalisis tingkat efisiensi jaringan pemasaran biji kakao yang sedang berjalan di Kabupaten Sarmi, dan menganalisis dampak dari penerapan kebijakan harga jual biji kakao di Indonesia terhadap harga jual biji kakao di Kabupaten Sarmi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif, yang didukung dengan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden di lapangan melalui kuesioner, wawancara dan observasi, data sekunder, yang diperoleh tidak langsung melalui literatur yang memuat data tersebut. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemasaran biji kakao selama ini di Kabupaten dikelola dengan menerapkan sistem swasta. Biji kakao diproduksi oleh petani, dikumpulkan pedagang tingkat kampung (PTK), dan didistribusikan ke tingkat antardistrik oleh pedagang tingkat distrik (PTD), dan diperdagangkan ke luar pulau oleh pedagang antarpulau (PAP). Efisiensi jaringan pemasaran biji kakao di kabupaten itu sudah efisien. Bila terjadi inefisiensi pasar, hal itu banyak diakibatkan beberapa faktor antara lain: (1) belum memadainya infrastruktur jalan raya antar-distrik, (2) kurangnya sarana transportasi untuk pemasaran langsung oleh petani, (3) terbentuknya monopoli dalam jaringan distribusi oleh pedagang tingkat distrik dan tingkat antarpulau, dan (4) belum adanya sektor industri lokal yang khusus untuk komoditas kakao-olahan. Akhirnya, penerapan kebijakan harga jual biji kakao tingkat nasional sering menurunkan harga jual biji kakao tingkat petani di bawah normal karena kebijakan itu menimbulkan aktivitas spekulatif dan manipulasi harga pada tingkat pedagang tingkat distrik dan pedagang antarpulau. Berdasarkan temuan itu, maka dapat direkomendasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sarmi, khususnya Departemen Industri dan Perdagangan, harus terlibat lebih aktif dalam mengembangkan infrastruktur, sarana transfortasi, dan membina pengembangan perkebunan biji kakao sebagai sektor unggulan daerah. Selain itu, kebijakan biji kakao harus dikeluarkan dengan mempertimbangkan kepentingan petani kakao sendiri, agar tidak menyebabkan jatuhnya harga biji kakao di bawah harga normal di pasar. Dengan kebijakan semacam itu, diharapkan perkebunan kakao tersebut dapat memberikan kontribusi bagi PAD, sekaligus pengembangan ekonomi lokal.

Cocoa plantation is one of the leading sectors of developing local economy in Sarmi Regency, Papua Province. Sufficiently wide field and tropical climate are support factors of local economic development in the sector. However, the people cocoa plantation sector is so far less developed well, partially because there is no adequate marketing network for commodity in the sector. Therefore, purpose of this study is to analyze the system of marketing network for cocoa beans, analyze the rate of efficiency in the marketing network of cocoa beans in Sarmi Regency and analyze impacts of the implementation of policy concerning the selling price of cocoa beans in Indonesia on that in the regency. The study was conducted by using a quantitative method, supported by a qualitative method. Data used were primary data directly obtained from field by using questionnaires, interviews, and observation, and secondary data indirectly obtained from literatures containing the data. Data collected were then analyzed in a descriptive and qualitative manner. A result of the study indicates that the marketing of cocoa beans in Sarmi Regency was so far managed by adopting a private system. The cocoa beans were produced by farmers, collected by village-level middlemen (PTK), distributed at an inter-district level by district-level middlemen (PTD), and commercially traded to outside the island of Papua by inter-island middlemen (PAP). The efficiency of the marketing network of cocoa beans in the regency was efficient. But, if the inefficiency occurred, it was commonly due to several factors including: (1) there were many inadequate infrastructures of inter-district roads, (2) there were so less transportation vehicles for a direct marketing of cocoa beans by the local farmers, (3) there was monopoly in the distribution network of cocoa beans by inter-district and inter-island middlemen, and (4) there were no local industries for the cocoa-processed commodity. Finally, implementation of the policy on the selling price of cocoa beans at a national level frequently reduced the selling price of the raw commodity among farmers under a normal rate, because the policy led speculative activities and price manipulation at inter-district and inter-island levels. Based on the findings, it can be recommended that Government of Sarmi Regency, particularly the Industry and Trade Department, should more actively involve in developing road infrastructures, transportation vehicles, and building the plantation of cocoa beans as the local leading sector. In addition, the policy on cocoa beans should be issued by considering the economic interest of the farmers themselves in order that it will not cause the selling price of cocoa beans falling under a normal rate in market. With as such policy, it is expected that the cocoa plantation can greatly contribute to the higher local revenue, as well as the local economic development.

Kata Kunci : Efisiensi,Jaringan pemasaran,Perkebunan kakao,Kabupaten Sarmi, Efficiency, Marketing Network, Cocoa Plantation, Sarmi Regency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.