Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan sekolah dasar inpres di Kabupaten Sorong tahun ajaran 2007-2008
PHAA, Lewi, Dr. Soeratno, M.Ec
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan di Kabupaten Sorong. Faktor-faktor itu adalah rasio ujian akhir nasional, persentase kelulusan, rasio guru, guru berpendidikan sekolah lanjutan tingkat atas sampai dengan jenjang diploma satu (DI), jenjang diploma dua (DII) sampai dengan jenjang strata satu (S-1), biaya operasional sekolah, kapasitas kelas, dan kelayakan kelas. Rasio ujian akhir sekolah berstandar nasional dan persentase kelulusan merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan mutu pendidikan. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 66 unit observasi. Alat analisis yang digunakan berupa alat regresi panel dengan menggunakan metode Ordinary Least Sguared (OLS). Hasil regresi linier menunjukkan bahwa secara bersama-sama melalui uji F, variabel rasio guru, guru berpendidikan sekolah lanjutan tingkat atas sampai dengan jenjang diploma satu (DI), jenjang diploma dua (DII) sampai dengan jenjang strata satu (S-1), biaya operasional sekolah, kapasitas kelas, dan kelayakan kelas. berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio nilai ujian akhir sekolah berstandar nasional, sedangkan secara individual melalui uji t, variabel jenjang diploma dua (DII) sampai dengan jenjang strata satu (S-1), biaya operasional sekolah, kapasitas kelas, berpengaruh positif dignifikan terhadap rasio ujian akhir sekolah berstandar nasional sedangkan untuk rasio guru, guru SLTA sampai DI dan kelayakan kelas tidak signifikan berpengaruh terhadap rasio nilai ujian akhir sekolah berstandar nasional.
This Objective of study was to understand factors affecting quality education in Sorong district. The factors were final examination ratio, percentage of student who pass the exam, ratio of teacher, teacher with have minimum diploma II, diploma I and graduate degree, class feasibility, and operational cost of school, and class capacity. The ratio of final examination school and percentage of licensed was being indicator to estimates education quality improvement. Secondary data was employed as data with total sample of 66 observational units. Analytic tools used were panel data using Ordinary Least Square (OLS) method. Result of regression indicated that, collectively through Ftest, variables of teacher ratio, education stratum of teacher with minimum diploma II degree, class feasibility, and operational cost of school had positive and significant effects on total scores of national final examination; whereas, individually through t-test, only variable of teacher ratio had significant effect on total score of national final examination.
Kata Kunci : Kabupaten Sorong,Mutu pendidikan,Regresi linier,Ordinary least square, Sorong District, quality education, regression, Ordinary Least Square