Laporkan Masalah

Analisis kesediaan membayar pelanggan rumah tangga terhadap peningkatan kualitas air PDAM :: Studi pada PDAM Tirta Marta Yogyakarta tahun 2009

ARIBOWO, Muhammad Jalu Wredo, Muhammad Edhie Purnawan, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini melakukan estimasi nilai kesediaan membayar terhadap peningkatan kualitas air PDAM di Kota Yogyakarta Tahun 2009. Estimasi kesediaan membayar dilakukan dengan menggunakan survei terhadap pelanggan rumah tangga PDAM Tirta Marta Kota Yogyakarta dalam kerangka Contingent Valuation Method (CVM) dengan menggunakan Random Utility Model sebagai alat analisisnya. Penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan rumah tangga terhadap peningkatan kualitas air PDAM. Nilai kesediaan membayar yang diestimasi dalam penelitian ini sebesar 4,68 persen dari penghasilan pelanggan rumah tangga per bulan atau berkisar antara Rp35.075,47 sampai dengan Rp467.672,95 dengan nilai median sebesar Rp90.000,00. Model yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penghasilan, kepemilikan sumber air lain, persepsi tentang kualitas air minum serta biaya yang bersedia dibayarkan terhadap peningkatan kualitas secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan akan meningkatkan probabilitas kesediaan membayar dan kepemilikan sumber air lainnya akan mengurangi probabilitas kesediaan membayar. Dari estimasi kesediaan membayar juga menghasilkan marginal effect on income terhadap peningkatan kualitas air sebesar 0,166.

This study conducted estimates of Willingness to Pay (WTP) of improved water service in Kota Yogyakarta in the year of 2009. The WTP was estimated through questionnaire survey on PDAM’s household customer in the line of Contingent Valuation Method (CVM) using Random Utility Model. Its also investigates what aspects that influenced household customer decision on improved water service. The WTP estimate was about 4.68 percent of household customer monthly income or in the range between Rp35,075.47 to Rp467,672.95 with median value Rp90,000.00. The model in this study revealed that income, the ownership of private water source, perception on improved water service, and the cost of improvement are statistically significant. The analysis shows that increasing income foster the probability of the willingness to pay, while the ownership of private water source reduce the probability of the willingness to pay. The estimation of WTP also yielded marginal effect on income as amount 0.166 on improved water service

Kata Kunci : Contingent valuation method,Willingness to pay,Random utility model, Contingent Valuation Method, Willingness to Pay, Random Utility Model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.