Laporkan Masalah

Analisis penerapan manajemen aset terhadap tanah dan bangunan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku tahun 2009 :: Studi Kasus di Kota Ambon

DJOKDJA, Effendi, Drs. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen aset terhadap tanah dan bangunan dengan cara mengukur tingkat kepentingan (importance) dan kualitas kinerja (performance) dari faktor-faktor penting manajemen aset yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Tahun 2009 dalam mengelola aset daerah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 40 responden. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu dari peraturan dan perundangundangan yang terkait dengan pengelolaan barang daerah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance-Performance Analysis, yaitu mengukur tingkat kepentingan suatu faktor yang memberi pengaruh kepada kualitas kinerja/pencapaian (Martilla dan James, 1977), dan uji Kruskal-Wallis, yaitu untuk menganalisis perbedaan persepsi antarlevel manajamen terhadap tingkat kepentingan dan tingkat kinerja penerapan faktor-faktor penting manajemen aset terhadap tanah dan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan variabel dari faktor-faktor penting penerapan manajemen aset tanah dan bangunan, yaitu variabel pendaftaran (sertifikasi) terhadap aset tanah memiliki tingkat kepentingan tertinggi dengan nilai rerata sebesar 4,475 dengan angka modus 5 (sangat penting). Disamping itu, variabel yang kurang dianggap penting adalah keterlibatan pihak ketiga (swasta) dan masyarakat (kemitraan) dalam pemanfaatan aset tanah dan bangunan dengan nilai rerata sebesar 3,300 dengan angka modus 4 (penting). Hasil lain menunjukkan bahwa variabel pengawasan dan pemeliharaan terhadap aset tanah dan bangunan secara periodik (berkala) telah dilaksanakan dengan baik dan menempati peringkat tertinggi dengan nilai rerata sebesar 3,875 dan angka modus 4 (baik). Sebaliknya, variabel keterlibatan pihak ketiga (swasta) dan masyarakat (kemitraan) dalam pemanfaan aset tanah dan bangunan menunjukkan kualitas kinerja terendah dengan nilai rerata sebesar 2,950 dengan angka modus 2 (kurang baik). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa untuk tingkat kepentingan (importance) terdapat perbedaan persepsi antara manajemen atas dengan manajemen menengah dan bawah terhadap penerapan faktor-faktor penting manajemen aset tanah dan bangunan. Sedangkan, untuk tingkat kinerja (performance) tidak ada perbedaan persepsi antarlevel manajemen dalam melaksanakan faktor-faktor penting manajemen aset tanah dan bangunan.

The objective of this research is to analyze the implementation of asset management toward land and building by measuring the importance and performance of crucial factors of asset management that has been applied in 2009 by Local government of Maluku Province in managing their local asset. This research use purposive sampling technique to get 40 sample respondents. Variables used in this research based on laws and regulation on local asset management. Tools of analysis are Importance-Performance Analysis, which measure the importance level of any factors that influence the performance quality/results (Martilla and James, 1977), and Kruskal-Wallis test, to analyze the different perception intra level of management toward performance and importance level to the implementation of crucial factors of asset management of land and building. The result shows that enrollment variable (certification) of land asset has higher importance level with mean value 4,475 and modus value 5 (very importance). Moreover, less importance variable which is the involvement of third party (private) and society (partnership) in utilizing land and building asset has mean value 3,300 and modus value 4 (importance). The other result shows that periodic supervision and maintenance of land and building asset has been done well and gets higher rank with mean value 3,875 and modus value 4 (good). On the other hand, the involvement of third party (private) and society (partnership) in utilizing land and building asset variable shows the lowest performance level with mean value 2,950 and modus value 2 (not good). The Kruskal-Wallis test to the importance level show that there is a different perception between top management and medium and low level management in applying the crucial factors of asset management of land and building. While, for the performance level, there is no different perception between any level of management in applying crucial factors of asset management of land and building.

Kata Kunci : Manajemen aset,Tanah dan bangunan,Provinsi Maluku,Asset management, land and building, Maluku Province.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.