Evaluasi penerapan SIMRS pada Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta dari perspektif manajemen strategis
WISESA, Fransisca Ditha, Dr. Ir. Eko Nugroho, M.Si
2009 | Tesis | S2 Magister Teknologi InformasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SIMRS pada rumah sakit PKU Yogyakarta. Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan sekaligus sebagai entitas yang memiliki tanggung jawab kepada Stakeholder harus mampu dan bijaksana dalam merancang manajemen strategi. Banyaknya rumah sakit di Yogyakarta ini menyebabkan persaingan industri rumah sakit menjadi tinggi. Hal itu mendorong rumah sakit PKU Muhammadiyah melakukan transformasi strategi melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan bagi para pasien. Salah satu peningkatan fasilitas dan pelayanan bagi para pasien adalah penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang akan mendukung kegiatan operasional Rumah Sakit agar lebih efisien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif dengan mengacu pada data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Direktur Sumberdaya Manusia dan Umum, serta Kepala PDE. Sedangkan data sekunder diperoleh dari data internal perusahaan (dokumentasi) dan data eksternal yang diperoleh melalui literatur, artikel, berita surat kabar, dan internet yang mendukung topik penelitian ini. Metode analisis mengacu kepada konsep model manajemen strategis yang diajukan oleh Wheleen dan Hunger (1996) yang terdiri dari analisis terhadap lingkungan perusahaan, analisis formulasi strategi, analisis implementasi strategi, serta analisis evaluasi kinerja dan dampak restrukturisasi. Berdasarkan tingkat efisiensi pelayanan yang diukur dari BOR (Bed Occupancy Rate) atau pemakaian tempat tidur dipergunakan untuk melihat berapa banyak tempat tidur di rumah sakit yang digunakan pasien dalam suatu masa, dan BTO (Bed Turn Over) berapa kali satu tempat tidur ditempati pasien dalam satu tahun. Kinerja RS PKU Muhammadiyah sangat efisien, hal ini ditunjukkan dengan angka BOR rata-rata mencapai 76,2 % dan angka BTO yang mencapai rata-rata 62,3 kali, yang berarti setiap tahunnya 76,2 % dari jumlah tempat tidur yang dimiliki RS PKU dipergunakan untuk merawat pasien, dan satu tempat tidur rata-rata dipakai oleh 62,3 orang setiap tahunnya. Mengadopsi Pedoman Pengukuran Kinerja Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Darat, bahwa rata-rata BTO yang ideal yang seharusnya dicapai rumah sakit adalah 40 – 50 kali. BOR yang ideal yang seharusnya dicapai rumah sakit adalah 70% – 85%. (BPK, 2004). Sedangkan menurut Depkes (2001) nilai ideal BOR adalah antara 60%-85%.
The research is aimed to analyze the implementing SIMRS in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. Hospital as health service institution and entity that has a liability to the stakeholder should be able and wise in planning strategic management. As many hospitals in Yogyakarta result the highest competition towards hospital industry as well. It makes PKU Muhammadiyah hospital does a strategic transformation by increasing the facilities and service toward the patients. One of it is the implementing Hospital Management Information System (SIMRS), which will support the operational activity of the hospital itself in order it can be more efficient. This research uses qualitative approach that is explorative descriptive by taking a hint on primary and secondary data. From primary data, it gets from interview with the Director of Human Resources and public department and the Head of PDE. Moreover, the secondary data gets from company internal data (documentation) and external data that get from literature, articles, newspapers, and internet that support the research. Analysis method refers to the model of strategic management concept by Wheleen and Hunger (1996) that are an analysis on company environment, strategic formulation, strategic implementation, and work evaluation and the effect of destructuritation. Based on the service efficiency level that is measured by BOR (Bed Occupancy Rate) or the bed using, it is used to show how many beds in hospital that are used by the patients in certain time and BTO (Bed Turn Over) or how many times of a bed is used by a patient in a year. The PKU Muhammadiyah hospital performance is efficient. It shows with the BOR rate of 76,2 % and the BTO rate of 62,3 times It means that for about 76,2% from the total bed that PKU hospital has is used to take care the patient, and one bed is used by 62,3 of patients in a year. Adopting the Guidance of Health Service Performance Measurement of Army Hospital that is the ideal average of BTO is 40 – 50 times. In addition, the ideal BOR is 70% - 80% (BPK, 2004). Moreover, based on Health Department (Depkes, 2001) the ideal BOR is 60% - 85%.
Kata Kunci : The implementation of SIMRS,The performance of PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta