Analisis ergonomi kognitif pada proses pembelajaran bagi tunanetra
MANSUR, Abdul Rohim, Ir. Rini Dharmastuti, M.Sc., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Teknik MesinManusia terlahir sebagai makhluk sempurna dan memiliki kemampuan kognitif yang berfungsi untuk memproses informasi yang diperoleh dari lingkungan dengan indera yang dimiliki dan berfikir untuk memutuskan apa yang hendak dilakukan dalam mengatasi berbagai keadaan yang dihadapinya. . Jika seseorang mengalami gangguan pada penglihatan, maka kemampuan aktifitasnya akan sangat terbatas. Dengan keterbatasan yang dimiliki, seorang tunanetra akan selalu melewati proses belajar dalam menjalani kehidupannya. Kondisi ini mendorong munculnya kebutuhan model pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga mampu mengakomodasi potensi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model pembelajaran ketrampilan dan penguasaan huruf braille untuk tiga kriteria tuna netra yaitu tuna netra yang mengalami kebutaan sejak lahir dan tidak menjalani pendidikan formal, tunanetra yang mengalami kebutaan setelah lahir dan tidak pernah menjalani pendidikan formal serta tunanetra yang mengalami kebutaan setelah lahir dan pernah menjalani pendidikan formal. Pengaruh pendidikan formal sebelumnya dan pengalaman visual sebelum terjadi kebutaan serta working dan long term memory terhadap proses belajar juga dibahas dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah penilaian performansi kognitif subyek penelitian berdasarkan waktu penyelesaian tugas selama proses pembelajaran dengan metode pre-test dan post-test dalam proses belajar dengan menggunakan uji statistic paired sample t-test SPSS.15 untuk mengetahui adanya perbedaan dari ketika subyek penelitian. Sebagai perbandingan dalam penelitian ini juga mengukur waktu yang digunakan oleh orang berpenglihatan normal dalam proses pembelajaran ketrampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ketrampilan secara umum tepat diberikan kepada tunanetra karena hanya mengandalkan aktifitas rutin indera perabaan tanpa bisa memvisualisasikan dan ini berada pada level Skill Base Behaviour (SBB). Pengetahuan sebelumnya dan pengalaman visual sebelum terjadi kebutaan secara umum berpengaruh positif pada tunanetra yang mengalami kebutaan setelah lahir dan pernah menjalani pendidikan formal dan ini berada pada level Rule Base Behaviour (RBB). Model pembelajaran dalam level ini secara umum lebih kearah pembelajaran yang bersifat penalaan (kognitif), sehingga mampu mengakomodasi potensi kognitifnya
Born as human beings have the ability to perfect and the cognitive functions to process the information obtained from the environment with the senses and think to decide what would be done in the various circumstances that faces. If someone has trouble on the vision, the ability of activities will be limited. With limitations that are owned, a tunanetra will always go through a learning process in their lives. This situation needs to encourage the emergence of models of efficient and effective, so it could accommodate the potential. This study aims to compare the model of learning skills and braille letters for blind three criteria, namely the blind blindness since birth and does not undergo formal education, tunanetra the blindness after birth and never undergo formal education and experience that tunanetra blindness after birth and had a formal education. The influence of formal education and previous experience of visual blindness happens before and working memory and longterm memory of the learning process is also discussed in this research. Analysis method used was cognitive performance assessment of 25 research subjects based on task completion time during the learning process with the method pretest and post-test in the learning process by using statistical test paired sample t-test SPSS.15 to know the difference from when the subject research. As a comparison in this research also measures the time used by normal people berpenglihatan in the process of learning skills. Results of research indicate that the model of learning skills in general, right given to tunanetra because only rely on the routine activities without palpability senses and can visualize this is at the level Skill Base Behavior (sbb). Previous knowledge and experience of visual blindness happens before the general positive effect on the tunanetra blindness after birth and never undergo formal education and this is the level of Rule Base Behavior (RBB). Model of learning in this level are generally more towards learning a penalaan (cognitive), so that could accommodate the potential kognitifnya.
Kata Kunci : Tunanetra,Proses pembelajaran,Waktu penyelesaian tugas,Potensi kognitif,Model pembelajaran, Tunanetra, Learning Process, Task Completion Time, Potential cognitive, Model Learning