Pengaruh variasi temperatur proses pada pelapisan chrome terhadap kekerasan dan laju korosi baja karbon di lingkungan air laut
KRISNAPUTRA, Radhian, Ir. Mudjijana, M.Eng
2009 | Tesis | S2 Teknik MesinBaja banyak digunakan untuk berbagai keperluan dalam industri permesinan, otomotif, dan lainnya. Namun baja memiliki kelemahan pada penggunaan tertentu, yaitu terjadinya karat atau korosi. Untuk mengatasi kelemahan tersebut salah satu caranya yaitu dengan proses Elektroplating. Elektroplating merupakan proses pelapisan permukaan yang tujuannya selain meningkatkan segi dekoratif, juga untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan Krom pada baja ST 40 terhadap ketahanan korosi di lingkungan air laut. Sebelum pelapisan krom, dilakukan pelapisan nikel dengan variabel tetap dengan suhu 450C dan waktu proses 30 menit serta tegangan 5 Volt kemudian ditentukan hasil pelapisan paling optimal untuk tebal lapisan. Proses selanjutnya adalah pelapisan krom. Variasi proses krom dilakukan pada suhu kamar, 400C, 500C, 600C, dan 700C dengan waktu proses masing-masing 5 detik dan tegangan 5 Volt. Hasil lapisan krom kemudian diuji korosi yang dilakukan dengan media air laut dari 4 tempat yang berbeda, Parangtritis (DIY), Pandansimo (DIY), Samas (DIY), Pelabuhan Tanjung Mas (Semarang). Selain itu digunakan Scanning Electron Microscope dan Metallurgical Microscope untuk mengetahui struktur mikro material dasar dan ketebalan lapisan. Pengujian lain yang dilakukan adalah pengujian kekerasan dengan metode Vickers. Dari analisa struktur mikro, ternyata tidak terjadi perubahan struktur pada material dasar akibat proses pelapisan. Peningkatan sifat mekanik terjadi pada kekerasan material. Kekerasan material dasar 175,61 VHN, kekerasan lapisan Nikel 427,33 VHN, dan kekerasan lapisan Krom mencapai 496,23VHN. Sedangkan dari hasil pengujian korosi, didapatkan hasil pelapisan Krom pada suhu 500C dan 600C terjadi penurunan laju korosi dibanding material tanpa lapisan di lingkungan air laut.
Steels are often used in various applications of machinery, automotive and other industries. But there are weaknesses occur such as rust and corrosion. To solve these problems, there is a technique called electroplating. It is a process to raise corrosion resistance where other benefit involved namely decorative looks. This research aimed to measure effects of chromium coat on corrosion resistance of ST 40 steels due to marine environments. At first, various tests on nickel platting were done with a conclusion that a variation of 450C, 30 minutes and 5 volts gives optimum coat thickness. The next step is to coat further with chromium. Variations of chromium platting were conducted at different temperature in room temperature, 400C, 500C, 600C and 700C with fixed time (5 seconds) and voltage (5 volts). Coated specimens are then tested in corrosive media taken from four different places i.e. from Parangtritis, Pandansimo and Samas beaches in Yogyakarta and Tanjung Mas harbor in Semarang. Other tests are microstructure of base material with scanning electron and metallurgical microscopes, coat thickness measurement by macrophoto and surface roughness tester also hardness by Vickers. Microstructure analysis shows there are no influences on microstructure due to coating process. Mechanical property with hardness results an increase from 175.61 VHN on base material to 427.33 VHN on nickel coat and 496.23 VHN on chromium coat. From the corrosion tests in marine environment sea water, results show corrosion rate decreases of materials with chromium platting at 500C and 600C compared with uncoated materials.
Kata Kunci : Elektroplating,Krom,Laju korosi,Kekerasan vickers,Air laut, Electroplating, chromium, corrosion rate, Vickers Hardness, Sea water.