Laporkan Masalah

Kajian fasade bangunan di Jalan Mondorakan, Kotagede, Yogyakarta sebagai dasar arahan perancangan

PUTRA, Augustinus Madyana, Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D

2009 | Tesis | S2 Desain Kawasan Binaan

Fenomena perubahan tampilan bangunan lama yang terjadi pada banyak kawasan bersejarah merupakan suatu hal yang tidak dapat dicegah. Namun apabila perubahan tersebut tidak mempertimbangkan keunikan kawasan tersebut dikhawatirkan akan menghilangkan identitas khususnya. Hal yang sama juga terjadi di Kotagede, suatu kawasan bekas Kerajaan Mataram yang menjadi cikal bakal Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, sehingga Kotagede dinyatakan satu dari 100 peninggalan dunia yang terancam, dan segala upaya penyelamatannya mesti segera dilakukan. (Kedaulatan Rakyat, 15 Juni 2007; hal 1). Identitas atau jati diri yang dimiliki oleh sebuah kawasan bersejarah dibentuk oleh banyak hal, namun tampilan fasade pada ruang jalannya merupakan suatu hal yang paling mudah untuk dipahami oleh pengamat. Dari keempat jalan utama yang ada di kotagede, Jalan Mondorakan merupakan jalan yang mempunyai nilai penting sejak dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola fasade bangunan-bangunan di Jalan Mondorakan beserta perubahan-perubahannya yang diharapkan dapat membantu merumuskan arahan bagi pengembangan di masa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola fasade bangunan lama di Jalan Mondorakan tidak dapat dilepaskan dari pola persil yang ada di jalan ini yang merupakan deretan persil bangunan tradisional Jawa. Ada dua macam bangunan Dalem yang berderet di sepanjang jalan ini, yakni bangunan Dalem tunggal dan bangunan Dalem berkelompok. Pada masa selanjutnya terjadi perubahan-perubahan sehingga pola fasade di jalan inipun berubah. Ada dua jenis fasade yang memberikan kontribusi pada identitas kawasan, yakni fasade bangunan Dalem dan fasade bangunan lama bukan Dalem yang dibangun pada masa kejayaan para saudagar di Kotagede pada awal abad 20. Perubahan pola fasade yang ada di Jalan Mondorakan disebabkan oleh terpecahnya persil akibat bagi waris, penyatuan persil, perubahan tuntutan fungsional, dan bencana alam.

The phenomenon of façade changes from old buildings occurred in many historic sites is something that could not be not be prevented. However, if these changes do not consider the uniqueness of the region, many feared it will abolish its exceptional identity. The same thing also happened in Kotagede, a former area of the kingdom of Mataram, which is the embryo of Kasunanan Surakarta and Kasultanan Yogyakarta, so Kotagede is declared as a world heritage of the 100 threatened, and all efforts must be made to secure it. (Kedaulatan Rakyat, June 15, 2007, p.1). Self identity owned by a particular historic site is formed by many things, but the facade look on road space is the most easily understood by observers. This study aims to find some patterns of buildings facade in Dalem Mondorakan Street which are expected to help formulating a direction for future development. The result of the research indicates that the facade pattern of old building at Mondorakan Street can not be separated from lot pattern existed in the street arrayed along as traditional Javanese building. There are two types of building Dalem lined up along this road, they are single and group Dalem building. During the next era changes occurs so that the facade pattern on the street changes. There are two types of facade that contribute to the identity of the area, namely single and group Dalem building. Facade pattern changes on Mondorakan Street is caused by a lot division due to property share, lot integration, functional changes, and natural disaster.

Kata Kunci : Identitas,Fasade,Identity, Facade


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.