Posisi potensi produk bentang budaya terhadap pola Desa Wisata Berjo Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar
DIWOROPUTRO, Liliek, Dr. Ir. Arya Ronald
2009 | Tesis | S2 Magister Arsitektur dan Perencanaan PariwisataBentang budaya dibentuk dari bentang alam dengan bantuan kelompok budaya sehingga menimbulkan kombinasi antara keduanya. Desa Berjo memiliki potensi produk bentang budaya yang mampu difungsikan untuk tujuan pariwisata. Produk bentang budaya yang ada di Desa Berjo ada 3 jenis yakni bentang tata guna lahan ( kawasan pemukiman, pertanian , hutan lindung – Tahura Ngargoyoso), bentang objek yang menarik ( Air terjun Jumog dan Telaga Madirdo), bentang bangunan arkeologi (Candi Sukuh, Situs Planggatan, Situs Watu Bonang dan Punden). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui existensi potensi dan posisi potensi produk bentang budaya. Potensi produk berdasarkan 7 elemen budaya menurut Koentjaraningrat yakni sistem religi, bahasa, sistem sosial, sistem ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Posisi menjelaskan mengenai 3 hal yakni kehendak ( penilaian wisatawan), makna (penilaian masyarakat) dan pesan (penilaian peneliti). Hasil temuan menggunakan tabel skala likert untuk mengetahui bobot penilaian potensi masing-masing produk bentang budaya sehingga dapat diketahui posisinya. Ada 3 macam posisi produk bentang budaya, apakah masih dalam tahap konversi (belum ada perhatian dari pemerintah desa maupun daerah), apakah masih dalam pengembangan menjadi produk wisata ataukah produk bentang budaya tersebut memang sudah layak untuk dijual kepada wisatawan. Pembahasan menggunakan analisis deskriptif kualitatif rasionalistik untuk mengetahui lebih detail lagi mengenai potensi dan posisi produk bentang budaya yang ada di Desa Berjo berdasarkan hasil temuan. Hasil temuan posisi potensi masing-masing produk bentang budaya di Desa Berjo adalah kawasan pemukiman masih dalam pengembangan menjadi kawasan wisata, kawasan pertanian masih dalam tahap konservasi,belum ada perhatian dari pemerintah desa maupun daerah, kawasan hutan lindung tahura masih dalam tahap pengembangan menjadi kawasan wisata , Air terjun Jumog sudah layak untuk dijual kepada wisatawan, Telaga Madirdo masih dalam tahap konservasi namun sudah ada perhatian dari Pemerintah Desa maupun Daerah, Candi Sukuh sudah layak dijual kepada wisatawan, Situs Planggatan masih dalam tahap konservasi dan sudah ada perhatian dari Pemerintah Desa dan Daerah, Situs Watu Bonang masih dalam tahap konservasi dan belum ada perhatian dari Pemerintah Desa dan Daerah, Punden masih dalam tahap konservasi dan belum ada perhatian dari Pemerintah desa maupun Daerah
The cultural landscape is fashioned from natural landscaped by a cultural group so it made by combination between both. Berjo village have potential cultural landscape product that can use for tourism destination. There are three items cultural landscape product in Berjo village, there are land use landscape ( agriculture area, settlement area, and protected forest area named Tahura Ngargoyoso) , intersting object landscape ( Jumog rainfall and Madirdo lake), archeological landscape ( Sukuh tample, Planggatan archeological site, Watu Bonang archeological site and Punden). This research aims to know potensial position of cultural landscape product in Berjo village. Potential based on seven cultural element by Koentjaraningrat, there are religion system, language, social system, economical system, science, technology and art. Position describes 3 items, there are wish ( tourist valuation), meaning ( community valuation) and massage ( researcher valuation). Result found use likert table method to know potential quality value of each cultural landscape product know the potential position. there are 3 items potential position of cultural landscape product, conservation phase (no attention from ), developing tourism product phase, or suitable to sell for tourist. The discussion use rasionalistic kualitative descriptive method to know more detail about potential and position of cultural landscape in Berjo village based on result found. Result found potential position each cultural landscape product in Berjo village are settlement area is still in developing tourism product phase, agriculture area is still in conservation phase, no attention from village government or local government , protected forest area named Tahura is still in developing tourism product phase, Jumog rainfall is suitable to sell for tourist, Madirdo lake is still in conservation phase but it has attention from village government or local government , Sukuh tample is suitable to sell for tourist, Planggatan archeological site is still in conservation phase and no attention from village government or local government, Punden is still in conservation phase and no attention from village government and local government.
Kata Kunci : Produk bentang budaya,Pola Desa Wisata Berjo