Laporkan Masalah

Arahan rancangan pengendalian karakter visual kawasan Kota Lama Padang :: Kasus Jalan Batang Arau, Padang

RAMDAN, Faizful, Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D

2009 | Tesis | S2 Magister Desain Kawasan Binaan

Kawasan Batang Arau merupakan salah satu kawasan bersejarah yang ada di kota Padang. Sejak abad ke‐18 kawasan ini berkembang menjadi pusat pertumbuhan kota dan tumbuh menjadi kawasan perkantoran pemerintahan Belanda, perdagangan, dan militer. Pada perkembangan selanjutnya, eksistensi bangunan tua bergaya Indisch architecture di kawasan khususnya Jalan Batang Arau mulai terganggu oleh kehadiran tampilan bangunan baru yang cenderung tidak memperhatikan harmonisasi dalam kaitan visual dengan bangunan dan lingkungan yang telah ada sebelumnya. Perubahan yang telah terjadi disadari atau tidak telah menyebabkan penurunan citra kawasan sehingga membawa konsekuensi pada usaha untuk mempertahankan karakter visual kawasan agar tetap memiliki ciri khasnya (uniqueness and spirit of place). Jika ini dibiarkan berlanjut akan membawa dampak yang kurang baik bagi identitas Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik kualitatif. Penelitian dititik beratkan pada pengamatan elemen – elemen pembentuk karakter visual kawasan yaitu massa/bangunan dan fungsi aktivitas. Melalui analisis maka akan dirumuskan rekomendasi arahan sebagai upaya untuk memberikan design guidelines. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa karakter visual Jalan Batang Arau di bentuk oleh deretan bangunan tua bergaya Indisch Architecture, fungsi aktivitas yang ada, dan keberadaan promenade di sepanjang Batang Arau. Arahan rancangan yang dihasilkan diharapkan dapat mengendalikan dan mempertahankan karakter visual kawasan yaitu dengan cara mempertahankan bangunan tua ada dan arahan bagi bangunan baru agar bisa memperkuat karakter visual kawasan.

Batang Arau area is a historical area in Padang Municipality. Since 18th century, this area had become the Dutch governmental and administration offices, commerce and military. In its development, the existence of old building with indisch architecture style is disturbed with the presence of new buildings which tend not to put attention on the harmonization between the visual of the buildings and the surrounding environment. The changes have brought such impacts whether it is realized or not it has declined the area image leading to a consequence to preserve and keep area visual character that the area still has its uniqueness and spirit of place. It must be done because it will bring much concern in form of bad impacts toward the city’s identity if the preservation program is not carried out. This study used a rationalistic‐qualitative approach emphasizing on the observation of the forming elements of area visual character, that is, building mass and activity function. Through the analysis, recommendation would be formulated for design guidelines. The result showed that area visual character of Batang Arau Street was formed with the series of old building with indisch architecture, the existing activity function, and the existence of promenade along Batang Arau Street. The formulated design guidelines were supposed to preserve the area visual character by defending the old buildings and to be the guidelines for the new buildings in order to strengthen the area visual character.

Kata Kunci : Karakter visual,Jalan Batang Arau,Indisch architecture,Visual character, Batang Arau Street, indisch architecture


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.