Laporkan Masalah

Kajian potensi pariwisata Pulau Bidadari melalui pendekatan ekowisata

ABDULLAH, M. Reza, Dr. Ir. Budi Prayitno, M.Eng

2009 | Tesis | S2 Magister Arsitektur dan Perencanaan Pariwisata

Penelitian ini pada pokoknya mempunyai lima tujuan, yaitu: (1) Memperoleh kejelasan tentang potensi fisik maupun non fisik yang dimiliki oleh Pulau Bidadari untuk dapat mendukung upaya pengembangan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu, (2) Mengetahui tingkat persepsi wisatawan terhadap produk wisata di Pulau Bidadari yang dapat digunakan dalam mengembangkan kegiatan pariwisata berbasis ekowisata di Pulau Bidadari, (3) Mendapatkan faktor-faktor yang dapat digunakan dalam pengembangan Pulau Bidadari sebagai sebuah destinasi wisata. (4) Mendapatkan model pengembangan aksesibilitas yang cocok untuk diterapkan di Pulau Bidadari, (5) Mendapatkan rekomendasi yang dapat digunakan dalam upaya mengembangkan pariwisata Pulau Bidadari sebagai salah satu destinasi wisata yang terkemuka di Indonesia. Untuk mencapai tujuan yang tersebut di atas, metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif yang digunakan adalah dengan menggunakan pengamatan dan wawancara dengan, pengelola P.Bidadari, pemerintah dan masyarakat sebagai pelaku usaha pariwisata. Analisis kuantitatif dilakukan dengan kuesioner yang diberikan untuk wisatawan di P.Bidadari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) P.Bidadari memiliki berbagai macam potensi atraksi wisata yaitu wisata alam dan wisata budaya. (2) Profil wisatawan sebagian besar adalah mereka yang berasal dari kota Jakarta dengan kisaran umur 25-40 tahun dengan tingkat pendidikan sarjana dan rata-rata sudah memiliki pekerjaan yang cukup mapan. Wisatawan cenderung untuk berwisata ke Pulau Bidadari dengan rombongan (instansi/ perusahaan) dengan motivasi untuk rileks atau melepaskan kepenatan dari rutinitas pekerjaannya. Aktivitas atau kegiatan yang sering dilakukan adalah melihat flora dan fauna dimana biawak dan elang bondol merupakan “point of interest” yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. (3) Persepsi wisatawan terhadap produk wisata di Pulau Bidadari menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor penting yang harus menjadi perhatian utama bagi pihak pengelola dalam kaitannya peningkatan kualitas produk wisata pulau bidadari adalah sebagai berikut: Jenis dan ragam atraksi; Harga tiket dan akomodasi yang ditawarkan terjangkau; Kualitas moda transportasi; Frekuensi moda transportasi; Fasilitas makan minum; Fasilitas belanja dan cinderamata. (4) Model aksesibilitas yang cocok dikembangkan di pulau bidadari terbagi menjadi dua hal, yaitu aksesibilitas eksternal dan aksesibilitas internal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa konsep ekowisata yang memiliki prinsip nature based, ecologically sustainable, generate visitor satisfaction, enviromentally educative, dan locally benefical merupakan konsep yang sangat cocok untuk digunakan dalam pengembangan pariwisata Pulau Bidadari

The present research, basically, has five objectives, namely: to (1) obtain the clarity of physical and non physical potentials that the Bidadari Island has to support the development of tourism sector in the Seribu Islands; (2) identify the perception of tourists on tourism products in the Bidadari Island able to be used in developing ecotourism-based tourism activities in Bidadari Island; (3) obtain factors can be used in developing the Bidadari Island as a tourism destination; (4) obtain the development accessibility model suitable implemented in the Bidadari Island; (5) obtain recommendation can be used to develop Bidadari Island tourism as one of leading tourism destinations in Indonesia. To achieve aforementioned objectives, research methods used involved the combination of qualitative and quantitative analyses. Qualitative analysis was conducted through observations and interviews with the Bidadari Island management, government and community as tourism business actors. Quantitative analysis was carried out using questionnaires distributed among tourists in the Bidadari Island. Results indicate that: (1) Bidadari Island has various potentials of tourism attraction consisting of natural and cultural tourisms. (2) Profile of tourists shows that most of the tourists coming from Jakarta with ages ranging of 25-40 years, university graduates and having established employment. Tourists tend to visit the Bidadari Island in groups (institutions/ companies) under motivation of being relax or escaping from daily work routines. Activities they frequently perform involve observing flora and fauna where monitor lizard and elang bondol (bondol hawks) have been “points of interest” fascinating tourists. (3) Tourists’ perception on tourism products in Bidadari Island state that several important factors should be the main attention for the management in improving the quality product of Bidadari Island tourism as the following: Types and variety of attractions; Reliable ticket and accommodation prices offered; the Quality of transportation modes; the frequency of transportation modes; Food and Beverage facilities; Shopping and souvenirs facilities. (4)Accessibility models appropriate to be developed in Bidadari Island consisted of two, i.e. external and internal accessibility. Based on the results, it is concluded that eco-tourism concept holds the principles of nature based, ecologically sustainable, generating visitor satisfaction, environmentally educative, and locally beneficial as highly appropriate to be used in Bidadari Island tourism development.

Kata Kunci : Potensi atraksi,Persepsi wisatawan,Pengelolaan,Attraction potentials,Tourist’ perception,Management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.