Laporkan Masalah

Arahan perencanaan tata ruang kawasan karst melalui pendekatan prinsip ekowisata :: Studi kasus kawasan karst Gunung Sewu di Gunung Kidul, DIY

WAHYUNING, Hapsari, Ir. Haryana, M.Arch

2009 | Tesis | S2 Magister Arsitektur dan Perencanaan Pariwisata

Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa aspek yaitu: (1)Aspek Produk Kawasan Karst Gunung Sewu, (2)Aspek Pasar Kawasan Karst Gunung Sewu, (3) Aspek Kondisi Eksisting Tata Ruang Kawasan Karst Gunung Sewu, dan (4)Aspek Kriteria-kriteria yang diinginkan Pasar dalam suatu Manajemen Atraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dan pengaruhnya terhadap Perencanaan Tata Ruang Kawasan Karst berikut Manajemen Atraksinya yang berfungsi sebagai alat pengontrol alur kunjungan pada Tata Ruang. Penelitian kali ini menggunakan Paradigma Penelitian Rasionalistik dengan Metode Analisis Theoritical Descriptive, dimana kedudukan Teori adalah sebagai dasar untuk melakukan analisis secara analogis. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pemberian kuesioner terhadap wisatawan dan melakukan wawancara mendalam terhadap masyarakat sekitar, pemerintah, dan tour operator. Sedangkan untuk pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan dan pengumpulan data-data terkait lainnya. Pengumpulan Data tersebut meliputi (1)Karakteristik Produk dalam Spektrum Ekowisata (2)Jenis dan Karakterisitik Wisatawan dalam Spektrum Ekowisatawan, (3) Kondisi Eksisting Tata Ruang dalam Spektrum Guideline Ekowisata, (4) Kondisi Eksisting Manajemen Atraksi, (5) Partisipasi Masyarakat Lokal serta (6) Peran Pemerintah dalam Pariwisata Kawasan Karst Gunung Sewu di Gunung Kidul ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Produk Ekowisata Kawasan Karst Gunung Sewu ini tergolong dalam Intermediate Ecotourism, (2) Pasar Ekowisata Kawasan Karst Gunung Sewu ini berkarakteristik Eco-Generalist dengan mayoritas jenis wisatawan Rough Specialist, (3) Eksisting Tata Ruang yang ada masih kurang memberikan perlindungan terhadap kawasan karst Gunung Sewu, serta menimbulkan beberapa pengaruh terhadap wisatawan dan masyarakat lokal. Kesimpulan akhir dari Penelitian ini adalah menggambarkan Tata Ruang (Zonasi) dari Kawasan Karst yang meliputi (a) Zona I sebagai Zona Pelestarian (b) Zona II sebagai Zona Pemanfaatan dan (c) Zona III sebagai Zona Pembangunan, serta Jenis Kegiatan Manajemen Atraksi pada tiap Zona yang sesuai dengan Spektrum Ekowisata.

The research is done in several aspects; they are: (1) Gunung Sewu Karsts Product Area Aspect, (2) Gunung Sewu Karsts Market Area Aspect, (3) Gunung Sewu Karsts Existing Condition of Zoning Aspect, and (4) Requires Criteria Aspect of the market within the Management Attraction. The aim of the research is to recognize the influencing factors in pointing the planning systems on Zoning of Karsts Area along with its Management of Attraction; to the function as controlling visiting flow tool to Destination; including Zoning area. The research adopted Rationalistic Research Paradigm by using Theoritical Descriptive Analysis Method; where Theory placed as basis to do analogical analysis. Questionnaires were given to the tourists and interviews with the locals, government and tour operator in order to obtained primary data. Secondary data attained by doing converge observation on field along with interrelated data collecting. The collecting covers the following: (1) Characteristics of Product within Ecotourism Spectrum, (2) Types and Characteristics of Tourists within Ecotourist Spectrum, (3) Zoning Existing State within Ecotourism Guideline Spectrum, (4) Existing Condition of Management Attraction, (5) Local Community Participations, and (6) Government’s Role in advance to Gunung Sewu Karsts Area in Gunung Kidul. The outcome of the research shows that: (1) The Ecotourism Products of Gunung Sewu Karsts Area are included to the Intermediate Ecotourism classification; (2) The Ecotourism Market of Gunung Sewu Karsts Area has Eco-Generalist characteristic, with majority on Rough Specialist tourist type; (3) The lack of preserving action to the Existing Planology state that affected to the tourists as well as the locals. The final conclusion of the research describes the Zoning System of Karsts Area of which covers: (a) 1st Zone as Conservation Zone, (b) 2nd Zone as Utility Zone, and (c) 3rd Zone as Development/Construction Zone; with types Attraction Management activity on each Zone that correlates to the Ecotourism Spectrum.

Kata Kunci : Ekowisata,Kawasan karst,Tata ruang (Zonasi),Manajemen atraksi,Ecotourism,Karsts Area,Zoning,Management of Visitor Attraction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.