Kajian efektivitas terapi dan adverse drug reactions (ADRs) pada pasien gagal jantung yang menjalani hemodialisis rutin di RSAL Dr. Ramelan Surabaya
AINI, Ita Dwi, Dra. Widyati, M.Clin., Pharm., Apt
2009 | Tesis | S2 Magister Farmasi KlinikLatar belakang : Penyakit gagal ginjal kronik dan penyakit kardiovaskuler saling berkaitan sejak awal dialisis kronik. Sebagian besar kematian pasien dengan gagal ginjal kronik diakibatkan oleh penyakit kardiovaskuler, hal tersebut hampir sama terjadi di seluruh dunia. Insiden infark miokard atau angina pertahun yang masuk rumah sakit pada pasien yang menjalani hemodialisis sebanyak 8%, dan pasien gagal jantung yang harus masuk rumah sakit atau diterapi dengan ultrafiltrasi sebanyak 10%. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi obat gagal jantungr dan untuk mengetahui apakah ada Adverse Drug Reactions (ADRs) penggunaan obat gagal jantung pada pasien hemodialisis rutin di RSAL. Dr. Ramelan Surabaya. Metode : Penelitian dilakukan dengan rancangan studi observasional dengan pengambilan data secara prospektif kemudian dianalisis efektivitas terapi dan Adverse Drug Reactions (ADRs) pada pasien gagal jantung menjalani hemodialisis rutin, yang dinilai secara kualitatif (respon klinis) maupun kuantitatif (data laboratorium) menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hasil dan Kesimpulan : Kelompok usia terbanyak yang menjalani hemodialisis rutin adalah usia 45 sampai 59 tahun yaitu 8 pasien (42%) dari 19 pasien yang menggunakan obat gagal jantung. Efektivitas penggunaan obat gagal jantung dinilai dengan: tekanan darah yang terkontrol pada 9 pasien (47,36%); sesak napas belum dapat terkontrol pada 10 pasien (52,63%); ada tidaknya edema belum terkontrol pada 7 pasien (36,84%); berat badan belum terkontrol pada 4 pasien (21,05%). Adverse drug reactions (efek samping obat), terdiri dari: CCB (potensial 68,42%), ACE inhibitor (aktual 5,26%; potensial 52,63%), bloker (potensial 47,37%), dan AIIRA (potensial 57,89%).
Background: Chronic renal failure and cardiovascular diseases are interrelated since early chronic dialysis. Most of has been of chronic renal failure patients are caused by cardiovascular disease. The same case happens all over the world. Annual incidence of miocardial infarction or angina in patients undergoing hemodialysis is 8% and patients of heart failure that have to be hospitalized or given therapy with ultrafiltration reach 10%. Objective: The study aimed to identify the effectiveness of heart failure drug therapy and find out the possibility of ADRs in the use of heart failure drugs in patients with routine hemodialysis at Dr. Ramelan Navy Hospital Surabaya. Method: The study used an observational study design. Data were obtained prospectively. The effectiveness of therapy and ADRs of heart failure patients undergoing routine hemodialysis were analyzed qualitatively (clinical response) and quantitative (laboratory data) using descriptive research design. Result and Conclusion: Age group mainly underwent routine hemodialysis were of 45 – 59 years old with as many as 8 patients (42%) out of 19 that used heart failure drugs. Effectiveness of use of heart failure drugs could be identified from controlled blood pressure in 9 patients (47,36%); short of breath not controlled in 10 patients (52,63%); oedema not controlled in 7 patients (36,84%); and body weight not controlled in 4 patients (21,05%). Adverse drug reaction (drug reaction): consisting of calcium channel blocker (potential 68,42%), ACE inhibitor (actual 5,26%; potential 52,63%), ß blocker (potential 47,37%) and Angiotensin II reception antagonist (potential 57,89%).
Kata Kunci : Hemodialisis rutin,Gagal ginjal kronik,gagal jantung,Adverse drug reactions (ADRs),routine hemodialysis, chronic renal failure, heart failure, adverse drug reactions (ADRs)