Laporkan Masalah

Analisis pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul tahun 2006-2008 disertai diskusi kelompok kecil

YUSRANSYAH, Prof. Dr. Sugiyanto, SU., Apt

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen Farmasi

Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul merupakan Rumah Sakit swasta tipe C yang sedang berkembang dengan jumlah tempat tidur sebanyak 118 bed dan Instalasi Farmasi yang memberikan pelayanan selama 24 jam. Dari hasil observasi awal, ada masalah pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul dalam hal perencanaan yaitu ketidaksesuaian item obat perencanaan dengan pemakaian, pengadaan, dan penyimpanan yang ditandai dengan masih adanya obat rusak/kadaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul melalui perbaikan pengelolaan obat di IFRSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif dengan menganalisis data yang diperoleh secara retrospektif yang diambil dari tahun 2006, 2007 dan 2008. Data dianalisis menggunakan indikator pengelolaan obat kemudian hasilnya dibandingkan dalam 3 tahun terakhir dengan standar yang ada dan dukungan hasil wawancara untuk analisis lebih lanjut serta tahap akhir dari penelitian ini adalah dilaksanakannya diskusi kelompok kecil. Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis indikator pengelolaan obat dan diskusi kelompok kecil, menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan menunjukkan hasil yang efisien pada alokasi dana, berapapun anggaran yang dibutuhkan oleh unit Instalasi Farmasi akan selalu dipenuhi oleh pihak Rumah Sakit: 74,78% dana yang terpakai di tahun 2006, 102,84% dana yang terpakai di tahun 2007 dan 123,90% dana yang terpakai di tahun 2008. Indikator perencanaan lain : perbandingan jumlah item obat yang dipakai dengan item obat yang direncanakan belum efisien, Perbandingan item obat pakai dan item obat perencanaan berturut-turut dari tahun 2006-2008 adalah 1190:1589 ; 1269:1339 ; 1307:920. Pada pengadaan frekuensi pengadaan item obat pada kenyataan lebih rendah dibanding dengan metode EOQ, masih adanya kesalahan faktur berturutturut dari 3 Januari-21 Maret 2006, 20 Agustus-8 Desember 2007 dan tahun 2008 adalah 13,61%, 13,80%, 16,36% namun untuk indikator pembayaran faktur terhadap waktu pembayaran yang disepakati sudah baik, yaitu tahun 2006 kelancaran pembayaran 99,83 %, 2007 dan 2008 kelancaran pembayaran 100%. Pada tahap penyimpanan hasil yang belum efisien pada indikator kecocokan antara obat dengan kartu stok (73,67%), TOR meningkat tiap tahunnya yaitu berturut-turut dari tahun 2006-2008: 6,4 kali – 8,8 kali, sistem penataan gudang masih belum sepenuhnya sesuai FEFO (13,67%), dan persentase obat kadaluwarsa masih tinggi, tahun 2006 yaitu 2,15%, tahun 2007 yaitu 1,78%, tahun 2008 yaitu 1,15%.

PKU Muhammadiyah Bantul is type C of Hospital private sector expanding which 118 bed and Pharmacy Department giving service during 24 hour. From observation early, there was problems of drugs management in its pharmacy department : the imbalance of drug planning and consumption, levying, and damage/ expired drugs. The study aim to increase service quality of health in PKU Muhammadiyah Bantul hospital through repairing management drug in Pharmacy Department PKU Muhammadiyah Bantul hospital. The study was done by using descriptive analysis method. Retrospective data of the year 2006, 2007, 2008 have been chosen to be analyzed. The data was analyzed using drug management indicators, and then the results of the annual data were compared, based on the existing standards as well as interviews further analysis and the last study was performing focus group discussion. The result was taken from indicator of management drug analyze and focus group discussion. The result shows that in the planning indicates sufficient fund allocation. Any budget is required by Pharmacy Department always fulfilled by Hospital: 74,78% used fund in year 2006, 102,84% used fund in year 2007 and 123,90% year 2008. Other indicator : the amount of drugs used and its planning has not shown desirable result comparison of drug Item wear and item planning medicinize are 2006-2008, 1190:1589 ; 1269:1339 ; 1307:920, the procurement frequencies of drugs is still lower than that required in EOQ method, there are still inaccuracy of factur drug deliverance, from 3 Januari-21 March 2006, 20 Agustus- 8 December 2007 and year 2008 are 13,61%, 13,80%, 16,36% but for the indicator of invoice payment to payment time agreed is good, that is year 2006 payment fluency 99,83 %, 2007 and 2008 payment fluency 100%. In the storage indicates conformity of the drugs and the stock card 73,67%, increasing annual TOR from year 2006-2008: 6,4 times - 8,8 times, conformity of storage not yet setting to FEFO system (13,67%), despite the fact that there is high percentage of expired drugs, year 2006 is 2,15%, year 2007 is 1,78%, and year 2008 is 1,15%..

Kata Kunci : Pengelolaan obat,Indikator,Instalasi farmasi,Diskusi kelompok kecil,drug management, indicator, pharmacy department, focus group discussion


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.