Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak yang di rawat di Rumah Sakit di Kota Bengkulu tahun 2009

LAKSONO, Heru, dr. Ida Safitri L, SpAK

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan di dunia, terutama di negara berkembang. Diperkirakan pada tahun 2000 demam tifoid telah menyebabkan lebih dari 21,6 juta kesakitan dan 216.510 kematian. Di Indonesia, angka kesakitan untuk daerah semi pedesaan adalah 157/100.000 penduduk pedesaan dan meningkat mencapai 810/100.000 penduduk untuk daerah perkotaan. Anak merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap demam tifoid. Selama lima tahun terakhir demam tidoid termasuk salah satu dari sepuluh penyakit terbanyak pada anak di rumah sakit di Kota Bengkulu. Beberapa faktor diduga berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan case control study. Jumlah sampel adalah 250 orang yang terdiri dari 125 kasus dan 125 kontrol dengan matching pada umur dan jenis kelamin. Lokasi penelitian adalah rumah sakit di Kota Bengkulu. Kasus adalah pasien anak yang dirawat inap yang didiagnosis menderita demam tifoid oleh dokter berdasarkan gejala klinis dan atau pemeriksaan laboratorium. Kontrol adalah pasien yang tidak didiagnosa demam tifoid. Analisis data menggunakan chi-square, perhitungan odds ratio (OR) dan regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang mempunyai hubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak adalah: kebiasaan jajan (OR=3,657), kebiasaan cuci tangan sebelum makan (OR=2,707), riwayat demam tifoid dalam keluarga (OR=2,040) dan pengetahuan ibu (OR=1,766). Kesimpulan: Kebiasaan jajan, kebiasaan tidak cuci tangan sebelum makan, adanya riwayat demam tifoid dalam keluarga dan pengetahuan ibu yang kurang merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak yang dirawat di rumah sakit di Kota Bengkulu, sehingga perlu dilakukan peningkatan upaya promosi kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terutama ditujukan kepada kaum ibu dan juga para penjamah makanan di Kota Bengkulu.

Background: Typhoid fever, a food-and-waterborne disease caused by Salmonella enterica serotype Typhi (S. typhi), is estimated to have caused 21.6 million illnesses and 216,500 deaths globally in 2000, affecting all ages, highest in children. Typhoid fever is highly endemic in Indonesia. It occurs perennialy all over the country with the annual morbidity of 157/100,000 population in semi urban area and 810/100,000 population in urban area and tends to increase over time. In the last five years, typhoid fever consistently contributes 10 main diseases among children at dr. M. Yunus hospital in Bengkulu. Many factors are related to the incidence of typhoid fever Objective: To determine risk factors for typhoid fever. Method: Patient-based case-control study conducted in hospitals in Bengkulu. Cases were 125 patients with diagnosed as typhoid fever based on clinical and/or laboratory finding. Controls were 125 patients with diagnosis of non typhoid fever and individually matched for gender and age. Data analysis used chi-square, odds ratio (OR) calculation and multiple logistic regression test. Result: Multivariate analyses showed the following relationship factors for typhoid fever: never use soap for hand washing before eating (OR=2,567) 95CI=1,401-4,703, consumption of food from street vendors (OR=3,454) 95%CI=1,568-7.608 and recent typhoid fever in the household (OR=2,040) 95%CI=1,108-3,760. Type of water sources at home, hand washing before prepare food, mother’s knowledge and boiling water for drinking was not associated with typhoid fever. Conclusion: never use soap for hand washing before eating, consumption of food from street vendors and recent typhoid fever in the household are more important relationship factors for typhoid fever in children in Bengkulu District. The programs of health promotion and health and safe behavior (PHBS) need to be enhanced especially to mother of children and food handler.

Kata Kunci : Demam tifoid,Anak,Kota Bengkulu,Faktor yang berhubungan,typhoid fever,case-control,children,relationships factors


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.