Laporkan Masalah

Pola pencarian pengobatan pemilik kartu Jamkesmas di Kabupaten Tanah Laut Propinsi kalimantan Selatan

MARIANA, Nana, drg. Julita Hendrartini, M.Kes

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Rasio pemilik kartu Jamkesmas/Askeskin di wilayah Kabupaten Tanah Laut yang berkunjung memanfaatkan pelayanan kesehatan khususnya puskesmas masih jauh dari yang diharapkan dan mengalami penurunan yaitu tahun 2006 sebesar 6,23%, dan hanya 3,49% pada tahun 2007, sedangkan target cakupan kunjungan rawat jalan untuk Askeskin adalah sebesar 15%, sesuai standar nasional. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi hubungan pengetahuan tentang manfaat Jamkesmas, akses ke fasilitas kesehatan dan keparahan penyakit dengan pola pencarian pengobatan kesehatan pemilik kartu Jamkesmas di Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan. Metode Penelitian: Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Variabel terikat: pola pencarian pengobatan pemilik kartu Jamkesmas yaitu pengobatan puskesmas dan non puskesmas, variabel bebas: pengetahuan tentang manfaat Jamkesmas, akses ke fasilitas kesehatan, dan keparahan penyakit. Sampel penelitiannya yaitu pemilik kartu Jamkesmas yang berada di wilayah Kecamatan Pelaihari dan Kecamatan Bati-Bati, dengan jumlah sampel 196 orang. Analisis yang digunakan adalah Uji Regresi Logistik. Hasil Penelitian: Pemilik kartu Jamkesmas yang pola pencarian pengobatan ke puskesmas 117 (59,7%) dan non puskesmas 79 (40,3%). Sebanyak 158 (80,6%) responden memiliki pengetahuan tentang manfaat Jamkesmas yang rendah, hasil uji regresi logistik pengetahuan tentang manfaat Jamkesmas tidak berhubungan dengan pola pencarian pengobatan (p=0,868). Akses ke fasilitas kesehatan terbesar pada kategori mudah 106 (54,1%), hasil uji ada hubungan antara akses ke fasilitas kesehatan dengan pola pencarian pengobatan (p=0,026). Sebanyak 50% responden mempunyai tingkat keparahan penyakit tinggi, uji regresi logistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola pencarian pengobatan dengan keparahan penyakit (0,003). Keparahan penyakit merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi pola pencarian pengobatan dengan OR 2,505. Kesimpulan: Akses ke fasilitas kesehatan dan keparahan penyakit merupakan determinan pilihan pemilik kartu Jamkesmas memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Background: The ratio of Jamkesmas card holders at District of Tanah Laut that utilizes health service particularly health centers was far from the expectation and decreased; id est 6.23% in 2006 and 3.49% in 2007 whereas the coverage target of outpatient visits for Jamkesmas is 15%, according to the national standard. Objective: To identify the association between knowledge about the benefit of Jamkesmas, access to health facilities and severeness of diseases and medication seeking pattern of Jamkesmas card holders at District of Tanah Laut, Province of Kalimantan Selatan. Method: The study was analytical with cross sectional design. The dependent variable was medication seeking pattern of Jamkesmas card holders at health centers and non health center. The independent variables were knowledge about the benefit of Jamkesmas, access to health facilities, and severeness of diseases. Samples consisted of Jamkesmas card holders at the area of Pelaihari and Bati – Bati Subdistrict with as many as 196 people. Data analysis used logistic regression test. Result: As many as 117 Jamkesmas card holders (57.7%) tought medication at the health center and 79(40.3%) at non health center. As many as 158 (80.6%) respondents had limited (low) knowledge about the benefit of Jamkesmas. The result of logistic regression test showed that knowledge about the benefit of Jamkesmas had no association with medication seeking pattern (p=0.868). Access to health facilities mostly belonged to eases category (106 or 54.1%). There was association between access to health facilities and medication seeking pattern (p=0.026). As many as 50% respondents had severe diseases. The result of logistic regression test showed there was significant association between medication seeking pattern and severeness of diseases (p=0.003). Severeness of diseases was the most dominant factor affecting medication seeking behavior with OR=2.505. Conclusion: Access to health facilities and severeness of diseases were determinants of preference of Jamkesmas card holders in utilizing health service facilities.

Kata Kunci : Pola pencarian pengobatan,Kartu Jamkesmas,Keparahan penyakit,Akses ke fasilitas kesehatan,medication seeking pattern, Jamkesmas card holders, severeness of diseases, access to health facilities


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.