Laporkan Masalah

Analisis kesiapan organisasi dalam penerapan sistem informasi manajemen puskesmas (SIMPUS) di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan

FATHIA, Maulida, Anis Fuad, DEA

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Dinas Kesehatan sebagai organisasi publik yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat perlu meningkatkan kinerjanya. Manajemen berbasis teknologi komputer seperti SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas) dapat meningkatkan kinerja dan penerapan SIMPUS akan lebih optimal jika didukung dari lingkungan internal dan eksternal. Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala mulai mengembangkan sistem informasi kesehatan sejak tahun 2006, namun sampai saat ini penerapan SIMPUS belum berjalan optimal. Tujuan : Untuk menganalisis kesiapan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dalam penerapan SIMPUS, khususnya dari SDM, perencanaan, ketersediaan anggaran, dukungan struktur organisasi, ketersediaan teknologi dan dukungan pemerintah daerah. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus deskriptif dengan desain kasus tunggal terjalin yang bertujuan untuk menyajikan deskripsi lengkap dari dinas kesehatan dalam penerapan SIMPUS. Analisis data secara kualitatif sehingga lebih menangkap realita dari berbagai sudut pandang. Sebagai subjek penelitian sebanyak 14 orang yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, Bappeda, DPRD , Kasubdin, Kepala Seksi, Kepala Puskesmas dan Pengelola data di Puskesmas maupun di Dinas Kesehatan. Hasil Penelitian : Dinas kesehatan kabupaten Barito Kuala telah melakukan uji coba penerapan aplikasi SIMPUS yang dinamakan SIMPUSBAKU di puskesmas Berangas. SDM yang ada sebagian besar memiliki kemampuan mengoperasikan komputer tetapi distribusinya tidak merata di semua puskesmas. Anggaran dana memadai serta adanya seksi SIK Masyarakat dalam SOTK walau belum optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Software SIMPUSBAKU memiliki kemudahan dalam menjalankan seperti aplikasi MS. Office dan bermanfaat untuk meningkatkan kinerja petugas di puskesmas. Spesifikasi dan jumlah hardware mendukung aplikasi SIMPUSBAKU dan sudah adanya WAN dari ICT diknas yang mendukung koneksi dari puskemas ke dinas kesehatan kabupaten serta dukungan dari pemerintah daerah. Ada suatu perencanaan yang terdokumentasi tetapi belum memiliki suatu master plan yang terperinci. Kesimpulan : Penerapan SIMPUSBAKU di dinas kesehatan Kabupaten Barito Kuala memiliki kesiapan dari dukungan SDM, Struktur Organisasi dan Perencanaan walau belum optimal, serta Teknologi dan Pemerintah Daerah.

Background: Health office as a government organization that provides health service to the community has to improve its performance. Computer-based management as SIMPUS can improve performance and its implementation will be optimum if supported such by both internal and external environment. District Health Office of Barito Kuala has developed health information system since 2006, however until today its implementation is not yet optimum. Objective: To analyze preparedness of District Health Office of Barito Kuala in the implementation of SIMPUS, particularly in aspect of human resources, planning, budget, organizational structure, availability of technology and support of local government. Method: This was a descriptive case study with integrated single case study design aimed to present comprehensive description of health office in SIMPUS implementation. Data were analyzed qualitatively in order to reflect realities in different points of view. Subject consisted of 14 people including heads of health office, local planning council, local parliament, sub office, section, health centers and data management at the health center as well as at the health office. Result: District health office of Barito Kuala had implemented trial on SIMPUS application called SIMPUSBAKU at Berangas Health Center. The majority of human resources had capacity in computer operation but they were not equally distributed in all health centers. Budget was available sufficiently and there was section on community health information system in the organizational structure and operation although this section had not implemented optimum duties and function. SIMPUSBAKU software offered ease in its operation such as MS office and was beneficial in improving performance of staff at the health center. The specification and quantity of hardware supported SIMPUSBAKU application. There was wide area network (WAN) of information and communication technology of the ministry of national education that supported connection from the health center to district health office and there was support from the local government. There was documented planning but it did not have detailed master plan. Conclusion: The implementation of SIMPUSBAKU at District Health Office of Bariito Kuala was prepared in aspect of human resources, organizational structure and planning (though it was not yet optimum), technology and support from the local government.

Kata Kunci : Organisasi,Kesiapan dinas kesehaatn,Penerapan SIMPUS,organization,management information system,SIMPUS,preparedness,health office,implementation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.