Evaluasi kesuksesan sistem informasi gizi di Dinas Kesehatan Kota Padang
SARTIKA. SY, Dewi, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Sistem informasi kesehatan memberikan dukungan informasi kepada proses pengambilan keputusan pada tingkat administrasai pelayanan kesehatan. Sistem informasi kesehatan merupakan bagian fungsional dari sistem kesehatan yang konperensif. Gizi merupakan salah satu unit dalam sistem informasi kesehatan, dimana informasi tentang status gizi balita merupakan salah satu indikator penilaian derajat kesehatan masyarakat. Status gizi dapat diketahui melalui kegiatan pemantauan Status Gizi (PSG), dimana kegiatan ini melakukan pengukuran antropometri balita. Pelaksanaan PSG dimulai dari pengumpulan data dilapangan kemudian pengolahan data dan disajikan nantinya dalam bentuk prevalensi. Dalam pengolahan hasil PSG tersebut digunakan sebuah aplikasi bernama Gizicom yang diberikan oleh Departemen Kesehatan. Sejak tahun 2003 telah dilakukan pelatihan kepada seluruh petugas gizi puskesmas tentang penggunaan aplikasi tersebut. Dengan penggunaan gizicom diharapkan dapat memberikan informasi yang cepat, tepat sehingga intervensi juga cepat dilakukan. Tujuan Penelitian : mengevaluasi penggunaan gizicom dalam pelaksanaan Pemantauan Status Gizi (PSG) di Kota Padang. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Hasil Penelitian : Penelitian dilakukan pada enam puskesmas melalui observasi dan wawancara mendalam. Gizicom yang petugas gizi puskesmas sendiri yang menggunakan hanya 4 puskesmas, sedangkan dua puskesmas menggunakan gizicom tetapi memakai jasa pihak lain dalam menggunakanya. Organisasi dan petugas sendiri merasa ada positifnya pengolahan PSG dengan menggunakan gizicom, karena data status gizi balita lebih cepat diterima dan berdampak kepada intervensi yang lebih cepat juga. Petugas yang menggunkan sendiri gizicom merasa masih kurangnya kualitas sistem dan informasi dari aplikasi gizicom tersebut, karena tidak bisa memberikan informasi sampai tingkat kelurahan. Sistem sendiri tidak bisa memberikan kemudahan dalam pencarian data yang kita inginkan. Petugas yang tidak menggunakan sendiri gizicom karena komputer yang tidak dapat digunakan, karena diprioritaskan kepada administrasi puskesmas. Kesimpulan : Gizicom adalah aplikasi yang digunakan dalam menentukan status gizi balita di suatu wilayah dan petugas ada yang menggunakan sendiri dan ada yang memberikan kepada pihak lain dalam penggunaanya. Gizicom belum bisa memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan petugas dilapangan.
Background : Health information system provides informational support for decision making process in health care administration level. Health information system was a functional unit in comprehensive health system. Nutritional department was a unit in health information system with toddlers’ nutritional status as one of public health degree indicator. Nutritional status could be evaluated in nutritional status monitoring (PSG) program. The activity included in this program was toddlers’ anthropometric measurement. The PSG steps included data gathering, data processing and then data were presented as prevalency. Health Ministry provided an application for data processing step named Gizicom. Training for all nutritional staff in primary health care was carried on since year 2003. A rapid and precise information was expected from the utilization of Gizicom, thus intervention could be carried on immediately. Objectives : To evaluate the utilization of Gizicom in PSG in Padang District. Method : This was a descriptive research using case study design. Result : Observation and in-depth interview were performed in six primary health care in Padang District. Gizicom in four primary health care was utilized by nutritional staff, and the rest two primary health care employed specific personnels to perform the application. According to the staff, data processing using the application could enhance the timeliness od toddlers’ nutritional status data receive and intervention. Gizicom-utilizing nutritional staff explained that the quality of the information and system of the application itself were still insufficient because the application was still unable to provide information in village (kelurahan) level. They also stated that the application did not facilitate data search. Some nutritional staff could not use the system themselves because the computers were used for administration affair. Conclusion : Gizicom was an application used to define toddlers’ nutritional status in a region. Data entry and analysis were used by the nutritional staff itself in some primary health care and by other employes in some other primary health care. The application was still unable to provide information needed.
Kata Kunci : Gizicom,PSG,Dampak organisasi,Dampak pengguna,Kepuasan penggua,Kualitas sistem, Gizicom, PSG, organizational impact, user impact, user’s satisfaction, information quality, system quality