Laporkan Masalah

Analisis perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2008

EFFENDY, Johan, dr. Mubasysyir H, MA

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya memberikan pengalaman belajar dan menciptakan suatu kondisi bagi perorangan/individu, keluarga, kelompok serta masyarakat. Untuk dapat meningkatkan pencapaian Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kabupaten Lombok Tengah dibutuhkan kerjasama lintas program dan lintas sektor yang erat. Pemahaman yang kuat terhadap faktor-faktor penyebab rendahnya capaian PHBS di suatu wilayah harus di miliki oleh dinas kesehatan sebagai leading sector maupun lintas sektor lainnya. Untuk itu pengkajian terhadap faktor-faktor yang terkait dan tersedia dalam program PHBS sendiri perlu dianalisis untuk menjawab apakah ada hubungan antara faktor sosiodemografi (kepadatan penduduk, tingkat kemiskinan, tingkat pendidikan), faktor lingkungan (ketersediaan sarana pelayanan kesehatan) dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kabupaten Lombok Tengah serta mampu mengidentifikasi kerentanan yang ada di wilayah kerja puskesmas kabupaten Lombok Tengah. Tujuan Penelitian: Penelitian ini mendeskripsikan hubungan faktor-faktor sosiodemografi (kemiskinan, tingkat pendidikan, kepadatan penduduk), faktor lingkungan (ketersediaan sarana pelayanan kesehatan) dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tatanan Rumah Tangga tahun 2008 di Kabupaten Lombok Tengah. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional melalui pendekatan kuantitatif. Hasil Penelitian : hubungan antara kepadatan penduduk dengan PHBS diperoleh hasil t-value = 0.7981307 dan p = 0.4372487 (p>0,05), hubungan antara kemiskinan dan PHBS di ketahui t-value = 2.173606 dan p = 0.0461592 (p<0.05), hubungan antara pendidikan yang ditamatkan kepala keluarga dengan PHBS diperolah t-value=-2.447325 dan p=0.0271838 (p<0.05) pada kepala keluarga dgn tidak sekolah, kemudian pada kepala keluarga yang tamat SD-SMP diperoleh t-value=- 0.5060431 dan p=0.6201818 (p>0.05), dan pada kepala keluarga yang tamat SMA keatas diketahui t-value = 2.385117 dan p = 0.030746 (p<0.05). Hubungan antara ketersediaan sarana kesehatan dengan PHBS diperoleh t-value = -1.2723 dan p=0.2226363 (p>0.05) Kesimpulan : (a) tidak ada hubungan antara kepadatan penduduk dengan PHBS (p>0.05) (b) terdapat hubungan antara kemiskinan dan PHBS (p<0.05) (c) tidak ada hubungan antara ketersediaan sarana pelayanan kesehatan dengan PHBS (p>0.05), (d) terdapat hubungan antara pendidikan yakni kepala keluarga yang tidak sekolah dan kepala keluarga yang tamat SMA keatas dengan PHBS. (p<0.05).

Background Clean and healthy behaviour (CHB) program is an effort to provide a clean and healthy behaviour experience and millieu to individuals, families, groups, and public. To enhance the success of this program in Central Lombok District, an intersectoral and multiprogram collaboration is needed. An understanding of the factors causing low extent of CHB program in a region should be possessed by district health office as a leading sector as other sectors. Therefore, an analysis of available and related factors in CHB program is needed to evaluate whether there is an association between sociodemographic factors (population density, poverty, education), environment factors (the availability of health care facilities) and CHB in Central Lombok District and also to identify the suspectibility of primary health care’s working area in Central Lombok District. Objectives This research aimed to describe to association between sociodemographic factors (poverty, education, population density), environment factors (the availability of health facilities), and household CHB in Central Lombok District in 2008. Method This study was a cross sectional descriptive research with quantitative approach. Result The association between population density and CHB; and between poverty and CHB showed t value = 0.7981307 and p = 0.4372487 (p>0.05); and t = 2.173606 and p = 0.0461592 (p<0.05), respectively. Association between education and CHB, in terms of uneducated, elementary to junior high school- and at least high schoolgraduated family leader, showed t-value = -2.447325; -0.05060431; 2.385117 and p = 0.0271838 (p<0.05); 0.6201818 (p>0.05); 0.030746 (p<0.05), respectively. The association between the availability of health care facilities and CHB showed t-value = -1.2723 and p = 0.2226363 (p>0.05). Conclusion There is no association between population density and CHB, whilst both poverty and availability of health care facilities are associated to CHB. The association between education and CHB exists for uneducated and high school-graduated family leader.

Kata Kunci : PHBS,Faktor sosiodemografi,Analisis,Rumah tangga,Clean and Healthy Behaviour, sociodemographic factors, analysis, Household


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.