Laporkan Masalah

Validitas foto polos kepala untuk deteksi fraktur tulang facial pada trauma facialis

ASHARI, Ali, dr. Henry Kusumo Husodoputro, SpRad(K)

2009 | Tesis | S2 MS-PPDS-Radiologi

Latar belakang: Trauma facial merupakan 2-5% trauma kepala akibat kecelakaan yang datang ke unit gawat darurat. Foto polos kepala dalam memvisualisasikan fraktur pada trauma facial memberikan gambaran yang kurang baik. Dengan pemeriksaan CT scan kepala potongan axial, maupun coronal, fraktur pada trauma facial akan lebih jelas sehingga CT scan digunakan sebagai modalitas utama untuk mendiagnosis fraktur facial. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas hasil pemeriksaan foto polos kepala anteroposterior dan lateral dalam mendeteksi adanya fraktur pada tulang-tulang facial pada kasus trauma facial dengan cara membandingkan hasil pemeriksaan foto polos kepala dan CT scan kepala potongan axial, sebagai modalitas utama Cara Penelitian: Rancang penelitian ini adalah cross sectional pada hasil foto polos kepala penderita trauma facial dengan modalitas utama hasil pemeriksaan CT scan kepala di Instalasi Radiologi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. pada bulan Februari sampai bulan April 2009. Didapatkan sebanyak 41 sampel laki-laki 26 orang, perempuan 15 orang, seluruh subjek dikirin dari Instalasi Rawat Darurat ke Instalasi Radiologi dengan dua permintaan yaitu CT scan kepala dan foto polos kepala anteroposterior/ lateral, pembacaan hasil foto polos maupun CT scan dilakukan oleh 2 Spesialis Radiologi yang sebelumnya telah dilakukan uji realibitas untuk menentukan nilai Kappa interobserver, nilai kappa untuk foto polos adalah berkisar antara 0,6-0,801, sedang untuk CT scan antara O,649-O,833. Hasil: Analisis sensitivitas untuk masing-masing fraktur dari 41 subyek yang diteliti didapatkan hasil antara 25-46%, sedang spesifisitas untuk masing-masing fraktur berkisar antara 62-7 6% Kesimpulan: hasil foto polos kepala anteroposterior dan lateral tidak cukup valid untuk deteksi fraktur facial dibanding CT scan kepala

Background. Among head traumatic patients came to emergency unit, 2-5% were due to facial trauma. Unfortunately, plain cranial radiography poorly visualized fractures on facial trauma. Unlikely, CT scans gave a better visualization of facial bone fractures, and so it became the prime modality to diagnose facial bone fractures. Objective. The objective of this study was to evaluate the validity of anteroposterior and lateral view cranial plain radiography in detecting facial bone fractures compared to the prime modality, axial head CT scans. Materials and Methods. This cross sectional study was held in Radiology Department of Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta, on February to April 2009. Fourty-one patients, 26 males and 15 females, who were sent to Radiology Department Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta, for anteroposterior and lateral view cranial plain radiography, and axial CT scan, were included in this study. The photos, plain and CT '5, were then read by two radiologists who have been tested for interobserver Kappa value. Kappa value for plain radiography was 0,6-O,801; and O,649-0,833 for CT ’5. Results. Sensitivity of cranial plain radiography in detecting fractures was 25-46 %, and the specificity was 62-76 Conclusion. Cranial plain photography, anteroposterior and lateral view, was not valid enough for detecting facial fractures in facial trauma, compared to axial head CT scans.

Kata Kunci : Trauma facial,Validitas,Foto polos kepala,CT scan kepala axial, facial trauma, validity, cranial plain photography, axial head CT scan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.