Laporkan Masalah

Efektifitas pemberian gabapentin untuk mencegah ketidaknyamanan karena pemasangan kateter urine pasca bedah

SUHARTONO, dr. Pandit Sarosa, Sp.An-K

2009 | Tesis | S2 MS-PPDS-Anestesiologi dan Reanimasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek gabapentin 600 mg per oral sebagai pencegah ketidanyamanan karena pemasangan kateter urine pasca bedah. Rancangan penelitian dengan secara acak buta berganda (Double Blind Randomized Controlled Trial). Besar sampel 100 pasien, dengan subyek penelitian adalah pasien yang menjalani prosedur operasi bedah elektif menggunakan teknik anestesi umum di Gedung Bedah Sentral (GBST) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan kriteria laki-laki atau perempuan usia 18-55 tahun, lama operasi 1-3 jam, status fisik ASA I-II, tanpa opioid post operasi dan setuju mengikuti penelitian. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok G akan diberikan gabapentin 600 mg dan kelompok C akan diberikan placebo. Obat diberikan secara per oral 1 jam sebelum induksi. Rasa tidak nyaman yang berhubungan dengan kateterisasi uretra setelah operasi serta visual analog scale (VAS) pada luka operasi dinilai pada saat jam ke 1, jam ke 2 dan jam ke 6 setelah masuk ruang pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna secara statistik ketidaknyamanan kandung kemih karena pemasangan kateter antara kelompok G (Gabapentin) dan kelompok C (placebo) pada jam ke 1 (p= 0,002), jam ke 2 (p=0,001) dan jam ke 6 (p<0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gabapentin 600 mg per oral dapat mencegah ketidaknyamanan kandung kemih karena pemasangan kateter pasca bedah.

The objective of this study was to evaluate gabapentin 600 mg orally for preventing catheter related bladder discomfort ( CRBD )after surgery. Research design used in this study was Double Blind Randomized Controlled Trial. The sample number were 100 patients underwent elective general anesthesia operation procedure in GBST (Integrated Central Surgery Building) of RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta with the inclusion criteria as follows : men or women of 18-55 years old, ASA I-II in physical status without post operation opioid and were agree to be involved in this study. The samples were divided into 2 groups. Group G received gabapentin 600 mg and Group C received placebo. Drugs were administered orally 1 hour before induction of anesthesia. Observation of Catheterization Related Bladder Discomfort and Visual Analog Score for post operative pain have been taken at, 1 hour, 2 hours and 6 hours after entering the Recovery Room (RR). Data analysed with chi square test with statistically significant p<0,05. The result of study shows there were significant different of catheter related bladder discomfort between Group of gabapentin and group of placebo at 1st hour (p=0,002), 2nd (p=0,001) and 6th (p<0,001). Gabapentin reduced the incidence of CRBD to 42% (21 of 50) compared with 72% (36 of 50) observed in the placebo group at 1st hour. Conclusion: Gabapentin (600 mg) administered orally 1 hour before induction of anesthesia reduced the incidence and severity of CRBD after surgery.

Kata Kunci : Gabapentin,Kateterisasi uretra,Anestesi umum,Rasa tidak nyaman, gabapentin, catheter, general anesthesia, cathether related bladder discomfort


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.