Laporkan Masalah

Angka harapan hidup penderita kanker ovarium Rumah Sakit Sardjito

WIDAGDO, Ruly, Dr. Heru Pradjatmo, M.Kes, SpOG(K)

2009 | Tesis | S2 PPDS 1-Obstetri dan Ginekologi

Latar Belakang: Karsinoma ovarium merupakan keganasan ginekologi nomor dua estela karsinoma serviks uteri dan merupakan penyebab kematian nomor satu keganasan ginekologi. Selain itu kemungkinan insidennya akan bertambah dan karsinoma overium mempunyai prognosis yang jelek. Tujuan: Untuk mengetahui median survival rate dan factor prognosis yang paling kuat yang mempengaruhi harapan hidup penderita kanker ovarium yang dirawat di rumah sakit umum dr. Sardjito mulai 1 Januari 2003 sampai dengan 31 Desember 2007. Cara dan bahan penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan kohort retrospektif terhadap semua penderita kanker ovarium di RS. Sardjito. Sampel penelitian diambil dari catatan medic mulai periode 1 Januari 2003 sampai dengan 31 Desember 2007. Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil operasi dan pemeriksaan histopatologi. Criteria inklusi adalah semua penderita karsinoma ovarium yang jelas tidak mempunyai keganasan lain. Pengamatan kasus dilakukan sampai 31 Desember 2008 dengan surat dan kunjungan rumah. Pemeriksaan histopatologi dilakukan oleh ahli patologi anatomi. Uji statistik yang digunakan adalah survival analisis dengan Kaplan-meter, analisis bivariate denga log rank test, dan analisis multivariate dengan Cox Regresion. Hasil: Dalam kurun waktu lima tahun mulai 1 Januari 2003 sampai dengan 31 Desember 2007, di RS Sardjito terdapat 235 kasus kanker ovarium. Responden rata-rata berusia 44 tahun dengan 77% berusia di atas 35 tahun, usia termuda 11 tahun dan tertua 79 tahun, secara keseluruhan diperoleh median survival rate 37 bulan, hal tersebut menunjukkan peningkatan harapan hidup penderita kanker ovarium pada penelitian sebelumnya yaitu 31 bulan. Faktor prognosis yang berpengaruh kuat terhadap harapan hidup dengan analasis multivariat cox regression adalah stadium klinik dan terapi dengan HR: 10, 5 (CI 95% 5,99-18,49), p<0,001 dan HR:1,91 (CI95% 1,30-2,80)p=0,001. Kesimpulan: Median survival rate penderita kanker ovarium di RS Sardjito periode Januari 2003 sampai Desember 2007 adalah 37 bulan. Faktor prognosis yang berpengaruh kuat terhadap harapa hidup penderita kanker ovarium pada penelitian ini adalah stadium klinik dan terapi.

Background: Ovarian Cancer is the most prevalent gynecologic malignancy after uterine and cervical cancer, the number one killer of gynecology malignancy. Objective: To determining the median survival rate and prognostic factors of ovarian cancer in Sardjito hospital from the period of January 1, 2003 to December 31, 2007. Methods: The study is cohort retrospective using the medical record data of Sardjito hospital from the period of January 1, 2003 to December 31, 2007, the cases are observed through December 31, 2008 through home visits and postal questioner. The inclusion criteria are all ovarian cancer patients with pathology examination by pathologist. Statistical analysis use Kaplan-Meier Product Limit Estimates of survival, bivariate analysis with Log Rank test and then continued by multivariate analysis with Cox Regression to analyze the potential prognostic factors. Results: During five years, 235 cases gynecologic malignancies diagnosed as ovarian cancer. Most of the respondents were 44 years old with 77%  35 years old, median survival rate for the overall cases is 37 months. The potential prognostic factors that influence survival rate was analyzed with multivariate analysis, Cox Regression, and the results are clinical stage and therapy with HR: 10,5 (CI 95% 5,99 – 18,49), p< 0,001 and HR: 1,91 (CI 95% 1,30 – 2,80) p=0,001. Conclusion: The median survival rate in average was 37 months. The potential prognostic factors of ovarian cancer survival in this study are clinical stage and therapy. Key words: survival rate, prognostic factors, ovarian cancer.

Kata Kunci : Survival rate,Prognostic factor,Ovarian cancer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.