Perbandingan keberhasilan hatching antara proses simpan beku cepat dan tidak simpan beku cepat pada fertilisasi in vivo zigot tikus
SUJONO, Agus, Dr. H. Zain Alkaff, SpOG(K)
2009 | Tesis | S2 PPDS 1-Obstetri dan GinekologiLatar belakang: Dalam teknologi reproduksi berbantu zigot yang berkembang tidak semuanya harus ditransfer. Cryopreservation zigot memiliki beberapa keuntungan, dengan menyimpan zigot didalam nitrogen cair zigot dapat ditransfer pada waktu berikutnya karena keguguran, menurunkan kehamilan multipel dan adanya risiko sindrom hiperstimulasi ovarium. Tujuan: Membuktikan keberhasilan hatching dengan metode simpan beku cepat dibandingkan dengan metode tidak simpan beku cepat sehingga dapat meningkatkan keberhasilan implantasi dan kehamilan Rancangan penelitian: Studi observasional Hasil: Stimulasi ovarium didapatkan 107 zigot. Pada 64-66 jam pasca penyuntikan hCG zigot yang memasuki fase morula pada kelompok yang simpan beku cepat 6(13,6%) sedangkan pada kelompok yang tidak simpan beku cepat 10(15,9%), setelah dianalisis ternyata tidak berbeda bermakna untuk kejadian morula (p>0,05; RR=0,86; 95%CI=0,34-2,19). Sedang hubungan antara zigot yang disimpan beku cepat dan zigot yang tidak disimpan beku cepat untuk kejadian hatching juga tidak berbeda bermakna (p>0,05; RR=0,94; 95%CI= 0,58-1,51). Kesimpulan: Angka kejadian hatching pada zigot yang disimpan beku cepat dan yang tidak disimpan beku cepat tidak ada perbedaan bermakna.
Background: In Assisted Reproduction Technology, not all zygotes have to be transferred in to the womb. Cryopreserved zygote can be saved in liquid nitrogen and ready in use later if needed, e.g. in case of abortion, multiple gestational reduction and risk of ovarian hyperstimulation. Aims: To perceive the successful hatching of rapid cryopreservation method compare to not rapid one to increase the implantation and pregnancy achievement. Method: Observational study. Result: There wer 107 zygotes collected from stiomulated ovarian. About 64 – 66 hopurs after hCG injection, 6 zygotes (13.6%) becoming morulla in “rapid cryopreservation group†compare to 10 zygotes (15.9%) in “not rapid cryopreservation groupâ€. This difference was statisticallt not significant (p>0.05; RR=0.86; 95%CI=0.34-2.19). In the even of hatching, there was no significant different either in both group (p>0.05; RR=0.94; 95%CI=0.58-1.51). Conclusion: No statistically significant difference in the event of hatching neither in “rapid cryopreservation group†nor in “not rapid cryopreservation group.â€
Kata Kunci : Hatching,Zigot,Simpan beku cepat dan tidak simpan beku cepat,Hatching, Zygote,Rapid cryopreservation and not rapid cryopreservation