Laporkan Masalah

Pengaruh pelaksanaan asuhan gizi dengan pendekatan terapi gizi medis (TGM) terhadap intake makanan dan status gizi pasien rawat inap di RSUD. Dr. M.M Dunda dan RSUD Prof. Dr. Aloe Saboe Gorontalo

PAKAYA, Abdul Aziz, dr. Deddy Nur Wachid, M.Kes, SpPD

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Asuhan gizi jenis Terapi Gizi Medis (TGM) adalah merupakan salah satu model asuhan gizi yang menitik beratkan pengelolaan pasien secara menyeluruh dengan keterlibatan secara aktif dokter, perawat, ahli gizi dan profesi lain dalam bentuk tim asuhan gizi. Salah satu keuntungan Terapi Gizi Medis adalah meningkatkan status gizi pasien yang merpakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit, sedangkan indikator keberhasilan intervensi gizi adalah intake zat gizi dan status gizi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan asuhan gizi dengan pendekatan TGM terhadap intake makanan dan status gizi pasien. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan sebelum dan setelah intervensi menggunakan kelompok eksternal. Subyek adalah pasien yang dirawat di ruang/ bangsal penyakit dalam kelas VIP, I, II, dan III. Data yang dikumpulkan meliputi asuhan gizi konvensional dan terapi gizi medis (TGM), data intake zat gizi menggunakan metode visual Comstock dan recall 24 jam, serta status gizi SGA. Pengambilan data dilakukan bulan Juli-Agustus 2006. Populasi semua pasien yang berobat ke rumah sakit. Jumlah subjek yang diambil sebanyak 98, yang diambil secara accidental. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis adanya perbedaan adalah independent t-test. Hasil : Secara umum rata-rata intake zat gizi pasien lebih baik pada pasien dengan asuhan gizi terapi gizi medis, dan bermakna secara statistik. Rata-rata persentase status gizi SGA pasien dengan asuhan gizi TGM lebih baik dibandingkan pasien dengan asuhan gizi konvensional yaitu status gizi SGA pasien TGM yang meningkat (kurang menjadi baik) adalah 20%, sedangkan konvensional adalah 3.3%, pasien TGM tetap kurang (kurang tetap kurang) adalah 43.3% sedangkan konvensional 63.3%, pasien TGM tetap baik (baik tetap baik) adalah 36.7% sedangkan konvensional adalah 33,3%. Kesimpulan : Pasien yang mendapat Asuhan gizi TGM mempunyai intake zat gizi dan status gizi yang lebih baik setelah keluar rumah sakit, dibandingkan pasien yang mendapat asuhan gizi secara konvensional.

Background : Medical Nutrition Intervention (MNT) is one of nutrition care models which focuses on integrated patient management involving active participation of doctor, nurses, nutritionists and other professions within nutrition care team. One benefit of MNT increased to nutritional status patient as an indicator of hospital service quality, where as an indicator of success in nutrition intervention is food intake and nutrition status. Objective : To identify the influence of nutrition care implementation using MNT approach to nutrient intake and nutrition status. Method : The study was quaci-experimental which used pre and post intervention for using external group. Subject ware patients hospitalized at internal medicine ward of class VIP, I, II, and III. Data obtained consisted of conventional nutrition care and MNT, data of nutrient intake using Comstock visual and 24 hour recall methods, and data SGA nutrition status. Independent t-test statistical test were used to analyze the influence of types of nutrition care to nutrient intake and SGA nutrition status. Result : In generally percentage average of nutrient intake in MNT patient are better than conventional patient, the result was significant (p<0.05). the percentage average of SGA nutritional status patient with TGM treatment are better than conventional treatment, that SGA nutritional status in MNT patient with increased (under to normal) are 20%, in conventional patient are 3.3%. Nutrition care MNT patient with stabil in under (under to under) are 43.3%, in conventional patient are 63.3%. nutrition care MNT patient with stabil in normal (normal to normal) are 36.7%, in conventional patient are 33.3%. Conclusion : The patient with nutrition care MNT treatment have a better to nutrient intake and a better SGA nutrition status if compared with conventional treatment.

Kata Kunci : Asupan gizi,Status gizi,Intake gizi,Nutrition care,nutrition status,nutrient intake


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.