Hubungan pola asuh, pola makan, asupan zat gizi dengan status gizi anak balita masyarakat Suku Nuaulu di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah
ASRAR, Muhammad, Prof. dr. Hamam Hadi, MS, Sc.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Sifat nomaden kehidupan Suku Nuaulu membawa mereka berpindah-pindah maka berkembanglah pola pengasuhan anak, pola makan dan konsumsi zat gizi yang berbeda dengan masyarakat umum, sifat nomaden ini berpengaruh pula terhadap status gizi balita mereka. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan pola asuh, pola makan, asupan zat gizi dengan status gizi anak balita masyarakat Suku Nuaulu di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Propinsi Maluku. Metode. Total 68 anak balita usia 12 sampai dengan 60 bulan dari masyarakat suku Nuaulu di kecamatan Amahai kabupaten Maluku Tengah propinsi Maluku yang diteliti. Jenis penelitian ini merupakan studi observasional analitis dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data pola asuh menggunakan kuesioner, data pola makan menggunakan food frekquenci questionare, data asupan zat gizi melalui recall 24 jam, data status gizi melalui pengukuran antropometri. Analisis bivariat dengan chi-square, analisis mutivariat dengan regresi logistic ganda. Hasil. Pola asuh 77,9% kategori kurang, pola makan 66,2% kategori kurang, asupan energi 75% kategori cukup, asupan protein 73,5% kategori cukup. Status gizi TB/U 20,6% kategori kurang. Status gizi TB/U 51,5% kategori pendek. Status gizi BB/TB 4,4% kategori kurus. Hubungan pola asuh dengan status gizi TB/U bermakna (p<0,05). Hubungan pola makan dengan status gizi TB/U bermakna (p<0,05). Hubungan asupan energi dengan status gizi BB/U dan TB/U bermakna (p<0,05). Hubungan asupan protein dengan status gizi BB/U dan TB/U bermakna (p<0,05). Kesimpulan. Ada hubungan yang bermakna antara pola asuh dengan status gizi (menurut indeks TB/U). Namun tidak ada hubungan pola asuh dengan status gizi (menurut indeks BB/U dan BB/TB). Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dengan status gizi (menurut indeks TB/U). Namun tidak ada hubungan pola makan dengan status gizi (menurut indeks BB/U dan BB/TB). Ada hubungan yang bermakna antara asupan zat gizi (energi dan protein) dengan status gizi (menurut indeks BB/U dan TB/U). Namun tidak ada hubungan asupan zat gizi (energi dan protein) dengan status gizi (menurut indeks BB/TB).
Background: Nomadic life of Nuaulu Tribe that moves from one place to another results in rearing pattern, eating pattern and nutrient consumption which differ from other communities in general so that this affects their nutrition status. Objective: To identify the relationship between rearing pattern, eating pattern, nutrient intake and nutrition status of underfives of Nuaulu tribal community at Subdistrict of Amahai, District of Maluku Tengah, Province of Maluku. Method: This was an observational analytical study which cross sectional design. In total there were 68 underfives of age 12 to 60 months from Nuaulu tribal community at Subdistrict of Amahai. Data of rearing pattern were obtained from interviewing using questionnaire, data of eating pattern from food frequency questionnaire, data of nutrient intake from recall 24 hours, and data of nutrition status from anthopometric measurement. Data analysis used bivariable with chi square, multivariate with double logistic regression. Result: Rearing pattern belonged to low category (77.9%), eating pattern belonged to low category (66.2%), intake of energy and protein belonged to adequate category, intake of energy was as much as 75% and intake of protein was as much as 73.5%. Nutrition status based on weight/age belonged to undernourished (17.6%) and malnourished (2.9%). Nutrition status based on length/age belonged to stunted (51.5%). Nutrition status based on weight/length belonged to normal (97.1%) and thin (2.9%). There was no significant association (p>0.05) between rearing pattern and nutrition status based on index of weight/length and weight/age; however the association was significant (p<0.05) if based on index of length/age. There was no significant association (p>0.05) between eating pattern and nutrition status based on index of weight/length and weight/age; however the association was significant (p<0.05) if based on index of length/age. There was significant association between energy intake and nutrition status based on index of weight/age and length/age (p<0.05); however the association was insignificant if based on weight/length (p>0.05). There was significant association between protein intake and nutrition status based on index of weight/age and length/age (p<0.05); however the association was insignificant if based on index of weight/length. Conclusion: There was significant association between energy intake and nutrition status based on index of weight/age; however the association was insignificant if based on index of weight/length. There was significant association between protein intake and nutrition status based on index of weight/age and length/age; however the association was insignificant if based on index of weight/length.
Kata Kunci : Pola asuh,Pola makan,Asupan zat gizi,Status gizi,Anak balita usia 12 sampai 60 bulan,Suku Nuaulu, rearing pattern, eating pattern, nutrient intake, nutrient status, underfives, Nuaulu tribe