Pengaruh pelatihan kuliner terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan juru masak dan mutu makanan di instalasi gizi RSUD Provinsi Sulawesi Tenggara
HARIANI, Yeni Prawiningdyah, SKM, M.Kes
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Upaya yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu makanan pasien, salah satunya adalah dengan memilih tenaga yang terampil dam professional di unit pengolahan dan penyajian makanan pasien sesuai dengan standar yang ditetapkan. Untuk mencapai hal tersebut salah satu cara digunakan adalah mengadakan pelatihan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan kuliner terhadap pengetahuan, sikap, keterampilan juru masak dan mutu makanan di RSUD Propinsi Sulawesi Tenggara. Metode Penelitian: Jenis penelitian quasi experimental dengan rancangan Pre-test dan Post-test. Subyek penelitian adalah juru masak yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan penilaian menggunakan kuesioner dan daftar tilik. Penilaian dilakukan terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan juru masak tentang kegiatan pengolahan makanan, serta mutu makanan yang dihasilkan. Analisis dilakukan dengan uji Friedman Test dan Wilcoxon. Hasil : Setelah diberikan pelatihan kuliner terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan secara bermakna baik pre test, post test 1dan post test 2 setelah pelatihan nilai p: 0,000 (p<0,05). Mutu makanan sebelum dan setelah pelatihan tidak ada peningkatan antara pre test, post test 1 dan post test 2. Artinya tidak ada perbedaan secara signifikan yaitu p >0,05, Tidak ada peningkatan sisa makanan baik sebelum maupun sesudah pelatihan yaitu p >0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh peningkatan nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan setelah pelatihan, tidak terjadi pengaruh peningkatan mutu makanan dan sisa makanan setelah pelatihan
Background: An effort to improve quality of food for patients is employing skilled and professional staff in the unit of food processing and serving for patients based on standard specified. Training of staff is a way to facilitate staff to get the skills and professionalism needed. Objective: To identify the effect of culinary training to knowledge, attitude, skills of cooks and quality of food at hospitals of the Province of Sulawesi Tenggara. Method: The study was a quasi experiment that used pre test and post test design. Subject of the study were cooks (20 people). Data were obtained through observation and evaluation using questionnaire and checklist. Evaluation was made to knowledge, attitude, and skills of cooks about activities of food processing and quality of food produced. Data analysis used Friedman and Wilcoxon test. Result: There was significant increase in knowledge, attitude and skills in pre test, post test 1 and post test 2 after the training was given with p=0.000 (p<0.05). There was no increase in quality of food before and after training between pre test, post test 1 and post test 2. This meant that there was no significant difference, i.e. p>0.005. There was no increase of leftover either before or after training (p>0.05). Conclusion: There was increase of knowledge, attitude, and skills after training, but there was no effect of improved quality of food and leftover after training.
Kata Kunci : Pelatihan,Pengetahuan,Sikap,Keterampilan dan mutu makanan, training, knowledge, attitude, quality of food