Hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan asupan makan pada siswa SMU negeri di Kota Yogyakarta
ASIAH, Siti, dr. Madarina Julia, SpA(K), MPH, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Siswa SMU merupakan kelompok remaja akhir dengan beragam permasalahan gizi. Remaja merupakan kelompok yang berada pada masa transisi dari masa anak-anak menjadi masa dewasa. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Permasalahan gizi kurang pada remaja antara lain prevalensi kurus, kekurangan vitamin A, kurang vitamin C dan anemia zat gizi besi. Permasalahan gizi kurang maupun gizi lebih akan mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental remaja. Penyebab permasalahan gizi pada remaja dipengaruhi oleh pengetahuan gizi, pendidikan jenis kelamin, wilayah, kebiasaan sarapan pagi, status gizi dan sebagainya. Pangan yang tersedia tidak akan berarti tanpa pengetahuan gizi yang baik, tingkat pengetahuan gizi yang rendah ikut menyumbang pola makan yang tidak baik Selama ini didalam kurikulum SMU belum dicantumkan adanya pelajaran mengenai pengetahuan gizi khususnya mengenai gizi seimbang sehingga dikhawatirkan siswa SMU di kota Yogyakarta tidak memiliki pemahaman mengenai pola makan yang benar. Tujuan Penelitian : Mengkaji hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan asupan makan siswa SMU di kota Yogyakarta Metode Penelitian : Jenis penelitian cross-sectional. Subjek penelitian dipilih secara cluster sampling dengan jumlah subjek penelitian 215 siswa. Pengumpulan data diperoleh dengan cara pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi, metode food recall 4x24 jam untuk mengetahui asupan zat gizi dan kuisioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa mengenai gizi seimbang. Data diolah secara diskriptif analitik menggunakan chi-square. Hasil : Secara keseluruhan tingkat pengetahuan responden adalah tidak baik, yang mana sebanyak 54,6% hanya mampu menjawab benar <80% pertanyaan yang diajukan.Rata-rata asupan energi hanya 1577 kalori sangat jauh dari nilai AKG. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahun gizi seimbang dengan asupan kecuali pada hubungan antara pengetahuan air dengan asupan air pada siswa laki-laki (p=0,02)
Background: Senior high school students were a group of teenagers who face many nutrient problems. Meanwhile, teenager was a group of people on a transition from childhood to adulthood. Nutrient problems were caused by imbalance of food intake, both lack of nutrient and over nutrient. Lack of nutrient that occurred toward teenagers could be looked as thin prevalence, lack of vitamin A and C, and anemia. Lack of nutrient and over nutrient would affect their growth physically and mentally. They were influenced by nutrient knowledge, sex education, atmosphere, breakfast habit, nutrient status, etc. Food in surrounding would be ineffectual with no an adequate nutrient knowledge, low level of that knowledge also contributed bad dietary. So far, a subject that consisted of nutrient knowledge has not included in curriculum of senior high school yet, particularly the subject of nutrient balance. Therefore, it was afraid that they, who were the students of senior high school in Yogyakarta, did not have an understanding of appropriate dietary. Objective: This study examined a relation of balance nutrient knowledge and the food intake toward senior high school students in Yogyakarta. Method: This was a cross-sectional study. There were 215 students selected by cluster sampling as the subjects. The data were collected by measuring their weight and their height in order to know their nutrient status, investigating food recall 4 x 24 hours to know nutrient intake, and making questionnaire to examine whether they know about nutrient balance. The data were processed descriptive analytically through Chi-Square analysis. Result: This study indicated that nutrient knowledge of respondents were on low level, whereas there were only 56.4% students in Yogyakarta who answered the questionnaire items correctly up to <80%. Every energy intake was 1577 calorie under RDA level. Therefore, there was no significant relation between balance nutrient knowledge and dietary, besides relation between water knowledge and water intake on male students (p=0,02). Conclusion: There was no relation between balance nutrient knowledge and food intake.
Kata Kunci : Pengetahuan gizi seimbang,Status gizi,Asupan makan, balance nutrient knowledge, nutrient status, food intake