Laporkan Masalah

Pengaruh pendampingan keluarga oleh kader posyandu terhadap peningkatan perilaku ibu balita gizi buruk di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur

SUWANDY, Agust, dr. M. Jufrie, Sp.A(K), Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Gizi buruk di Indonesia masih merupakan masalah gizi utama dengan prevalensi 8,8% pada tahun 2005. Di Kabupaten Bulungan tahun 2007 prevalensi balita gizi buruk BB/U mencapai 3,6%. Pada tingkat keluarga, masalah gizi buruk antara lain dipengaruhi oleh perilaku dalam memilih, mengolah dan membagi makanan antar anggota keluarga sesuai dengan kebutuhan gizinya serta pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dan gizi yang tersedia. Perilaku gizi keluarga khususnya ibu balita di kabupaten Bulungan masih kurang baik, untuk itu diperlukan upaya perubahan perilaku yang lebih terfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi masalah gizi di keluarga yaitu dengan pendampingan keluarga oleh kader posyandu. Tujuan penelitian : Mengetahui pengaruh pendampingan keluarga oleh kader posyandu terhadap peningkatan perilaku gizi ibu balita gizi buruk. Metode penelitian : Jenis penelitian experimental dengan rancangan pretestposttest control groups design. Pemilihan subjek dilakukan dengan cara random allocation dan diperoleh 42 responden sebagai kelompok perlakuan dengan pendampingan oleh kader posyandu dan 42 responden sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan selama 10 minggu di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur. Hasil : Analisis variabel karakteristik umur, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, pekerjaan, pendapatan keluarga, status perkawinan dan umur balita pada kedua kelompok menunjukkan keadaan yang sebanding. Demikian juga perilaku gizi ibu sebelum pendampingan tidak menunjukkan adanya perbedaan pada kedua kelompok. Setelah dilakukan pendampingan oleh kader posyandu selama 10 hari menunjukkan perbedaan perilaku antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, dengan rerata peningkatan sebesar 5,69 poin pada kelompok perlakuan dan 0,83 poin pada kelompok kontrol. Kesimpulan : Rerata peningkatan perilaku pada ibu balita yang diberikan pendampingan dampingi lebih besar daripada yang tidak diberikan pendampingan dan perbedaan tersebut sangat bermakna. antara kedua kelompok.

Background: Malnutrition remains a major nutritional issue with the prevalence of 8.8% in 2005. In Bulungan district the prevalence of malnutrition for children under five years, as measured by weight for age, reached 3.6% in 2007. At the family level the malnutrition problem is among others affected by the behavior to choose, cook and distribute food to all family members in accordance with their nutritional needs and also by the way they make the most use of available health and nutrition service facilities. The family’s nutritional behavior especially the mother of children under five years in Bulungan district is not good yet. Hence, an effort to change the behavior that especially focuses more on empowering community to cope with the nutritional problems in the family through facilitation by posyandu cadres certainly needs to be made. Research Objective: The research aims to know the effect of facilitation conducted by posyandu cadres on the improvement of behaviors among mothers of children under five years who suffer from malnutrition. Research Method: It used an experiment research with pretest – posttest control group design. The research subjects were selected through random allocation that covered 42 respondents from experiment group with the facilitation from posyandu cadres and 42 respondents from the control group. The research was conducted for 10 weeks in Bulungan district, East Kalimantan Province. Research Results: The analysis on variables which includes age, education level, knowledge, behavior, job, family income, marital status and the age of children under five years in both groups indicates a similar condition. The behavior of mothers before the facilitation does not show any differences in both groups. After the facilitation is provided, it results in differences on behaviors between the experiment group and the control group with the average increase of 5.96 points in the experiment group and 0.83 points in the control group. Conclusion: The average’s behavior increase on the mothers of children under five years who receive in intervention facilitation is bigger than that of the mothers who do not get intervention any facilitation, and it indicates a significant difference between these two groups.

Kata Kunci : Pendampingan,Kader posyandu,Gizi buruk,Kalimantan Timur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.